Jumat, Juni 12, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
11/06/2026
in Khutbah
0
Khutbah Jum'at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

Photo by Tom Fisk

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban

Khutbah Jum’at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Merajut Harum Persaudaraan di Hari Kemenangan

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan
Oleh: Ilyas Mursito (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْخَلَّاقِ الْعَلِيمِ؛ خَالِقِ الْخَلْقِ، وَمَالِكِ الْمُلْكِ، وَمُدَبِّرِ الْأَمْرِ، لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَاهُ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَاهُ، وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ، نَحْمَدُهُ عَلَى مَا هَدَانَا وَاجْتَبَانَا، وَنَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَعْطَانَا وَأَوْلَانَا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ؛ إِلَيْهِ الْمَرْجِعُ وَالْمَآبُ، وَعَلَيْهِ الْحِسَابُ وَالْجَزَاءُ، لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ، وَيُضَاعِفُ لِمَنْ أَتَى بِالْحَسَنَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ؛ لَا خَيْرَ إِلَّا دَلَّنَا عَلَيْهِ، وَلَا شَرَّ إِلَّا حَذَّرَنَا مِنْهُ، تَرَكَنَا عَلَى بَيْضَاءَ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا، لَا يَزِيغُ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

 أَمَّا بَعْدُ: فَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَطِيعُوهُ، وَرَاقِبُوهُ وَلَا تَعْصُوهُ؛ فَإِنَّ الْمَوْعِدَ قَرِيبٌ، وَإِنَّ الْحِسَابَ عَسِيرٌ. فهو القائل: ﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النساء: 1] ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴾ [الحشر: 18]

 عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ [النحل: 18]

Download PDF

Khutbah Pertama 

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Alhamdulillah dengan segala karunia-Nya, di siang hari ini kita masih berkesempatan untuk menikmati nikmat sehat, iman, dan Islam dengan ketaatan kepada Allah ﷻ.

Berupa kemudahan untuk melaksanakan shalat Jum’at secara berjamaah.

Semoga shalat Jum’at kali ini menjadi shalat Jum’at yang terbaik di antara shalat Jum’at yang kita lakukan selama ini, dan memberikan faedah yang banyak untuk keislaman kita serta penghambaan kepada Allah ﷻ.

Shalawat serta salam selalu tercurah kepada baginda Nabi, Rasulullah Muhammad ﷺ, berikut kepada para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan mereka yang senantiasa istiqamah mengikuti petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya.

Tak lupa khatib wasiatkan kepada pribadi dan jamaah sekalian. Jangan lupa untuk merencanakan aktivitas kesalehan setiap harinya.

Agar kita tidak melewati hari dan kesempatan yang Allah ﷻ berikan nihil dari pertambahan iman dan takwa kepada-Nya. 

Sebab tiada bekal hidup yang lebih berfaedah di akhirat nanti melebihi bekal takwa kepada Allah ﷻ. 

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Harga BBM mendadak naik, kondisi yang mengejutkan bagi banyak pihak. Tak ayal lagi harga kebutuhan yang lain pun juga pasti akan naik. 

Banyak efek yang akan mempengaruhi cara berpikir bahkan pola hidup manusia. Dari perkara ekonomi hingga kehidupan sosial. 

Dari bagaimana memutar otak untuk menyelamatkan dompet dan pundi-pundi harta, hingga saling mencela dan menyalahkan.

Hingga pada akhirnya, pihak yang disalahkan pun berupaya dengan berbagai cara untuk membela diri, meskipun dengan cara yang tidak masuk akal dan bahkan menerjang ketentuan syari.

Dari fenomena tersebut kemudian muncul satu pertanyaan menarik, apakah mungkin sebuah kondisi yang serba kekurangan menjerumuskan orang dalam lingkup apa yang difirmankan oleh Allah ﷻ dalam surat At-Takatsur?

Surat yang seringkali diartikan dengan bermegah-megahan. 

Penerjemahan literal yang acap kali dikaitkan dengan mereka yang berharta. 

Apakah memang seperti itu, atau bukan? 

Atau adakah makna lain yang seharusnya kita pahami?

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Mari kita mencermati bagaimana para mufassir membahas hakikat “التكاثر” (at-takatsur) dalam firman Allah ﷻ

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

“Bermegah-megahan dan berlomba-lomba memperbanyak (urusan dunia) telah melalaikan kalian.” (QS. At-Takatsur: 1)

Jamaah yang dimuliakan Allah ﷻ

  1. Tafsir Al-Qurthubi

Imam Al-Qurthubi di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa at-takatsur adalah

التَّفَاخُرُ وَالتَّكَاثُرُ بِالأَمْوَالِ وَالأَوْلَادِ وَالأَعْوَانِ

“Berbangga-bangga dan saling memperbanyak harta, anak, serta pengikut.”

Beliau juga menukil pendapat Ibn Abbas dan ulama salaf  bahwa manusia disibukkan oleh perlombaan jumlah kekayaan dan kedudukan sampai lupa ketaatan kepada Allah ﷻ. 

Bahkan sebagian Arab jahiliyah dahulu saling membanggakan jumlah kabilahnya sampai menghitung penghuni kuburan mereka. 

Menurut Al-Qurthubi, at-takatsur adalah kesibukan memperbanyak sesuatu yang dibanggakan sehingga melalaikan ketaatan dan persiapan akhirat.

  1. Tafsir Ibnu Katsir

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

شَغَلَكُمْ حُبُّ الدُّنْيَا وَنَعِيمُهَا وَزَهْرَتُهَا

“Kalian dilalaikan oleh kecintaan kepada dunia, kenikmatannya dan perhiasannya.”

Beliau menghubungkan ayat ini dengan hadis Nabi ﷺ:

النبي ﷺ قال: يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ

“Anak Adam berkata: hartaku, hartaku. Padahal hartamu hanyalah yang engkau makan lalu habis, yang engkau pakai lalu usang, atau yang engkau sedekahkan lalu tersimpan untuk akhirat.” (HR. Muslim)

Dari sini dapat dipahami bahwa menurut Ibnu Katsir, at-takatsur adalah cinta dunia yang membuat manusia lupa tujuan hidup dan lupa akhirat.

  1. Tafsir Ruhul Ma’ani

Imam Mahmud Al-Alusi memandang ayat ini lebih mendalam secara ruhani. 

Beliau menjelaskan bahwa takatsur bukan hanya harta, tetapi: Berlomba dalam kedudukan, kemasyhuran, pengikut, ilmu yang dicari untuk kebanggaan, bahkan segala sesuatu yang menyibukkan hati dari Allah ﷻ.

Menurut Al-Alusi, takatsur adalah keterikatan hati kepada selain Allah melalui perlombaan duniawi. 

Dalam pandangan beliau, penyakit utamanya bukan benda yang dimiliki, tetapi kelalaian hati (ghaflah) yang ditimbulkan olehnya.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

  1. Tafsir At-Tahrir wa At-Tanwir

Imam Muhammad al-Tahir Ibn Ashur menyoroti aspek sosial. Beliau menjelaskan bahwa kata التكاثر berasal dari:

طَلَبُ الكَثْرَةِ وَالمُغَالَبَةِ فِيهَا

“Keinginan memperbanyak sesuatu dan mengalahkan orang lain dengannya.”

Menurut beliau, yang dicela bukan memiliki banyak harta, tetapi: menjadikan banyaknya harta sebagai standar kemuliaan dan menjadikan kuantitas sebagai tujuan hidup. 

Maka dalam pandangan beliau, at-takatsur adalah peradaban yang mengukur nilai manusia dengan jumlah dan prestise duniawi, bukan dengan ketakwaan.

Ini sangat relevan dengan budaya modern yang mengukur manusia melalui: kekayaan, jabatan, followers, popularitas, pencapaian material.

  1. Tafsir As-Sa’di

Imam Abdurrahman As-Sa’di menjelaskan secara ringkas:

أَلْهَاكُمُ التَّفَاخُرُ بِالأَمْوَالِ وَالأَوْلَادِ وَالدُّنْيَا

“Kalian dilalaikan oleh kebanggaan terhadap harta, anak-anak dan urusan dunia.” 

Beliau menegaskan bahwa kelalaian itu berlangsung:

حَتَّى جَاءَكُمُ الْمَوْتُ

“Sampai kematian datang kepada kalian.”

Menurut As-Sa’di, takatsur adalah kesibukan dunia yang terus berlangsung sampai maut datang sebelum seseorang sempat memperbaiki akhiratnya.

  1. Tafsir Al-Maraghi

Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi menjelaskan bahwa at takatsur berarti manusia sibuk: Mengumpulkan harta, Memperluas pengaruh, Memperbanyak pengikut, Mengejar kemewahan. 

Dan semua itu membuat manusia lupa: Tujuan penciptaan, kematian, hisab, kehidupan akhirat. 

Menurut Al-Maraghi, takatsur adalah penyakit peradaban materialistik yang menjadikan akumulasi dunia sebagai tujuan akhir hidup.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Jika kita ringkas, masing-masing ahli tafsir memberikan titik tekan yang berbeda, Imam Al-Qurthubi menegaskan at-takatsur menekankan pada kebanggan dengan banyaknya harta, anak dan pengikut. 

Ibnu Katsir lebih menekankan pada cinta dunia yang melalaikan akhirat.

Sementara Imam al-Alusi, menegaskan pada poin Keterikatan hati kepada selain Allah. 

Sedangkan Ibnu Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir menegaskan pada ukuran kemuliaan yang bergeser pada kuantitas dunia duniawi. 

Kemudian Imam As-Sa’di menunjukkan hakikat at-takatsur pada kesibukan dunia hingga datang kematian dan tidak bertaubat. 

Adapun Imam Musthafa Al-Maraghi menegaskan makna at-takatsur pada sisi Materialisme dan akumulasi dunia sebagai tujuan hidup

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Inti terdalam

Para mufassir pada akhirnya bertemu pada satu titik:

التَّكَاثُرُ لَيْسَ كَثْرَةَ المَالِ، وَإِنَّمَا الِانْشِغَالُ بِهِ عَنِ اللَّهِ

“Takatsur bukanlah banyaknya harta itu sendiri, tetapi sibuk dengannya hingga lalai dari Allah.”

Mereka sepakat bahwa ayat ini bukan sekadar berbicara tentang harta, tetapi tentang segala bentuk obsesi memperbanyak sesuatu yang bersifat duniawi hingga melalaikan akhirat.

Karena itu seseorang bisa memiliki kekayaan besar namun tidak terkena penyakit at-takatsur, selama hartanya menjadi sarana menuju Allah. 

Sebaliknya, seseorang bisa miskin tetapi terkena at-takatsur apabila seluruh pikirannya dipenuhi obsesi dunia dan persaingan material.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah,

Setelah kita menelisik bersama hakikat dari at-takatsur, seyogyanya menjadikan kita sadar dan mengerti bahwa fenomena kenaikan harga BBM bukan lagi sekadar urusan dompet atau kebijakan ekonomi.

Kenaikan harga BBM di sini bertindak sebagai “goncangan” (shock therapy) yang menelanjangi bagaimana hakikat at-takatsur itu bekerja.

Maka jangan sampai, energi, pikiran, dan waktu kita terkuras habis hanya untuk memikirkan bagaimana caranya agar pundi harga tidak turun. 

Jangan sibuk menghitung angka dan aset, hingga lupa menghitung bekal amal untuk akhirat.

Urusan pertamax yang naik beberapa ribu rupiah jangan sampai membuat kita melewatkan ibadah, mengabaikan kejujuran dalam mencari nafkah, dan melupakan kematian, sehingga menggerus keimanan bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki.

Dan terakhir salah satu indikator utama orang yang berorientasi akhirat adalah memiliki sifat itsar (mendahulukan orang lain) dan empati. 

Sebaliknya, at-takatsur menyempitkan dada manusia hanya untuk memikirkan ego sendiri. 

Jangan sampai kesibukan mempertahankan pundi harta melalaikan kita bahwa membantu sesama di masa sulit akibat dampak ekonomi adalah ladang pahala investasi akhirat yang sangat besar.

Marilah kita tutup khutbah ini dengan doa,

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِلٰهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِينَ الشَّاكِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

اللَّهُمَّ أَيْقِظْ قُلُوبَنَا مِنْ غَفْلَتِهَا، وَنَوِّرْ بَصَائِرَنَا بِنُورِ مَعْرِفَتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الذَّاكِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuur
Previous Post

Pengalaman Dakwah Ramadhan 1447 H Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban
Khutbah

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban

by Satrio Kusumo
23/05/2026
Khutbah Jum'at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa
Khutbah

Khutbah Jum’at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa

by Satrio Kusumo
23/04/2026
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Merajut Harum Persaudaraan di Hari Kemenangan
Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Merajut Harum Persaudaraan di Hari Kemenangan

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu
Khutbah

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

by Satrio Kusumo
15/01/2026
Khutbah Jum'at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

by Satrio Kusumo
08/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist