Jumat, Agustus 14, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan

Admin by Admin
13/08/2026
in Khutbah
0
Khutbah Jum'at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan

Photo by Brett Jordan

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban

Khutbah Jum’at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa

Khutbah Jum’at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan
Penulis: Izzuddin Hadidullah (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur) 

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah ﷻ, atas segala limpahan karunia dan nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. 

Dengan segala nikmat itu, kita bisa memanfaatkannya untuk meraih kebaikan di dunia maupun di akhirat. 

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi dan Rasul junjungan kita, suri teladan terbaik bagi umat ini, yakni Nabi Agung Muhammad ﷺ. 

Seorang Nabi dan juga Rasul yang Allah utus untuk mengajarkan akidah tentang keesaan Allah ﷻ kepada umat manusia di muka bumi ini. 

Tak lupa, Khatib mengajak kepada jama’ah sekalian untuk bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa.

Jama’ah shalat Jum’at yang semoga dimuliakan Allah ﷻ.

Merasakan kondisi kehidupan hari ini, membuat kita tercengang. Di saat harapan kebaikan semakin bertambah, realitas justru hadir dalam kondisi yang berseberangan. 

Kerusakan moral, lunturnya agama, tingginya harga kebutuhan, terjunnya ekonomi dan ketimpangan sosial yang semakin melebar. 

Maka, sudah semestinya kita sejenak merenung: apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa semua ini bisa terjadi? 

Karena boleh jadi, apa yang kita rasakan dan hadapi hari ini merupakan buah dari pilihan, keputusan, dan perbuatan yang telah kita lakukan sebelumnya. 

Sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Barangkali, kekacauan di berbagai aspek ini memang karena faktor kita. Bukan karena yang lain. 

Oleh sebab itu jangan serta merta menyalahkan pihak lain atau faktor apapun sebelum menunjuk pada diri kita sendiri. 

Sebagaimana teguran langit tatkala para sahabat bertanya-tanya atas dasar apa kita terkalahkan pada Perang Uhud. 

QS .Ali ‘Imran ayat 165 menegaskan bahwa kekalahan itu terjadi adalah karena murni kesalahan manusia.

Meski demikian, satu hal yang harus disadari bersama, akan sampai kapan kita pasrah dengan keadaan yang semakin hari semakin tidak menunjukkan harapan besar. 

Perlu kiranya kita berbenah diri. Jangan sampai kita masuk dalam kesalahan yang sama untuk kesekian kali. 

Mungkin saja kesalahan pertama datang karena kondisi yang tidak ideal. Namun kesalahan yang sama berikutnya dapat dipastikan karena kita tidak mengindahkan dan mengambil pelajaran.

Jama’ah shalat Jum’at yang semoga dimuliakan Allah ﷻ.

Maka kita butuh perubahan dan upaya total di berbagai aspek. Bukan hanya berharap dan menanti keajaiban dengan datangnya sosok pahlawan yang akan mengubah segalanya.

Hal tersebut, nyatanya termasuk ketetapan Allah ﷻ atas manusia. Bahwa perubahan itu diupayakan bukan hanya dinanti dan diharap.

Allah ﷻ berfirman

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. 

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Al-Ra’d: 11)

Secara tersurat ayat ini mengajarkan kepada kita -terlepas dari asbab nuzul dan sejumlah tafsiran ayat- bahwa perubahan itu muncul dari dua pihak. 

Usaha seseorang dan ketetapan Allah ﷻ. 

Bagi hamba, wajib hukumnya untuk terus berusaha berubah, karena dalam ayat ini Allah ﷻ mengaitkan ketetapan-Nya dengan upaya yang kita lakukan. 

Dan ini berlaku dalam berbagai aspek kehidupan.

Bisa jadi kondisi saat ini (yang mungkin kurang baik menurut pandangan manusia) dapat bertahan lama dikarenakan kita tidak mau berusaha untuk melakukan perubahan. 

Imam ath-Thabari dalam menafsirkan ayat yang senada memiliki pandangan unik. 

Beliau tegas menyatakan bahwa Allah ﷻ tidak akan mengubah nasib sebuah kaum dari kesejahteraan dan kenikmatan menuju keburukan hingga mereka ubah ketetapan tersebut dengan merajalelanya kezaliman dan kesemena-menaan. 

Dan itulah hukum Allah ﷻ yang kontan kepada mereka.

Jama’ah shalat Jum’at yang semoga dimuliakan Allah ﷻ.

Demikian pula yang telah diajarkan baginda Nabi Muhammad ﷺ. 

Dalam hal mencari rezeki, Beliau pernah mengingatkan, “Sekiranya salah seorang di antara kalian mengambil talinya lalu pergi ke gunung untuk ‎mencari kayu bakar yang dipikul di atas punggungnya, kemudian ia bersedekah dengannya ‎dan dengannya Allah mencukupkan kebutuhannya, itu jauh lebih baik baginya daripada ia ‎meminta-minta kepada manusia, baik mereka memberi atau menolaknya‎.” (HR. Bukhari).

Ketentuan tersebut tentu berlaku pula dalam hal yang lain. 

Sebab bekerja keras melakukan perubahan nyata demi masa depan yang lebih baik, jauh lebih ‎mulia daripada sekadar berharap tanpa tindakan.

Nabi Muhammad ﷺ memberikan kita contoh bagaimana perubahan itu harus diupayakan bukan hanya mengharapkannya saja. 

Beliau menyusun strategi dakwah, memimpin peperangan, mengutus para diplomat ke luar ‎negeri, merangkul semua lapisan masyarakat, hingga ikut bercucuran keringat menggali ‎parit. 

Semua itu merupakan usaha Nabi ﷺ untuk mewujudkan perubahan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Kondisi tersebut, berbanding terbalik dengan mentalitas pasrah yang disematkan kepada bani Israil. 

Tatkala dijanjikan kemenangan dan tanah suci Palestina kala itu, bukannya berubah dan bersemangat, mereka justru menjawab seruan Nabi Musa ‘alaihissalam dengan mengatakan

فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

“Pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS. Al-Ma’idah: 24)

Seakan mereka mengatakan bahwa kami sangat mengharapkan kemenangan dan perubahan. 

Tapi soal usaha dan keterlibatan, kami angkat tangan. Kami hanya menunggu keajaiban dan takdir Allah ﷻ saja.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Manakah yang menjadi cerminan dan sikap kita. Berusaha semaksimal mungkin seperti Nabi Muhammad ﷺ sembari berdoa. 

Ataukah hanya memilih memperbanyak harapan tanpa ada upaya seperti bani Israil?

Mari kita mengambil peran dalam perubahan ini sekecil apapun itu. Mulai dari diri kita hingga menjadi kesadaran kolektif di tengah masyarakat. 

Seburuk apapun kondisi hari ini apabila masyarakat sadar dan berbenah di berbagai sisinya maka akan membawa efek domino perubahan besar. 

Tentunya sesuai kemampuan masing masing. 

Sebagaimana jika seseorang melihat kemungkaran dan keadaan tidak ideal hendaknya ia berupaya dengan tangan dan lisan. 

Jika tidak mampu maka sekedar bersikap menolak saja sudah termasuk hal yang bagus.

Bagi kita para penggerak peradaban. 

Hendaknya terus berpikir dan bertindak lebih, sebab memang Allah ﷻ siapkan di setiap kaum para pemberi perubahan menuju arah yang baik. 

Rasulullah ﷺ bersabda

إِنَّ لِلَّهِ أَقْوَامًا يَخْتَصُّهُمْ بِالنِّعَمِ لِمَنَافِعِ الْعِبَادِ وَ يُقِرُّهَا فِيهِمْ مَا بَذَلُوهَا، فَإِذَا مَنَعُوهَا نَزَعَهَا مِنْهُمْ فَحَوَّلَهَا إِلَى غَيْرِهِمْ

“Sesungguhnya Allah memiliki sekelompok manusia yang Allah khususkan kepada mereka kenikmatan untuk kemanfaatan hamba (yang lain). Maka Allah tetapkan nikmat tersebut selama mereka memberi. Jika mereka menahan diri maka Allah akan pindahkan nikmat tersebut kepada orang lain.” (HR. ath-Thabrani, 13925)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Meski konteks hadits ini berlaku dalam bidang ekonomi, namun banyak ayat dan hadits semisal yang menegaskan akan adanya manusia pilihan Allah ﷻ yang menjadi pemantik dan aktor utama dalam sebuah perubahan. 

Maka jadilah kita bagian dari mereka yang mengusahakan perubahan tersebut. 

Mari kita mulai perubahan ini dari segala aspek kehidupan: dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, perbaikan ekonomi, tatanan sosial, hingga kebijakan pemerintah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Perubahan menuju kebaikan tidak akan jatuh begitu saja dari langit tanpa ada keringat usaha dan perbaikan diri di bumi. 

Jangan sampai nikmat yang ada pada kita saat ini dicabut oleh Allah ﷻ dan dipindahkan kepada kaum lain hanya karena kita malas, enggan melakukan perbaikan, dan membiarkan kemungkaran merajalela.

Mari kita senantiasa berdoa kepada Allah ﷻ, memohon agar Dia menjaga kesucian jiwa kita, membersihkannya dari segala penyakit, dan menghiasinya dengan keimanan serta ketakwaan.

‎إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuur
Previous Post

Pengumuman Hasil PMB Gel. II 2026-2027

Admin

Admin

Related Posts

Khutbah Jum'at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

by Satrio Kusumo
11/06/2026
Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban
Khutbah

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban

by Satrio Kusumo
23/05/2026
Khutbah Jum'at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa
Khutbah

Khutbah Jum’at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa

by Satrio Kusumo
23/04/2026
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Merajut Harum Persaudaraan di Hari Kemenangan
Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Merajut Harum Persaudaraan di Hari Kemenangan

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu
Khutbah

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

by Satrio Kusumo
15/01/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist