Kamis, September 10, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
10/09/2026
in Khutbah
0
Khutbah Jum'at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah

Photo by Muhtelifane from Pexels

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Harta dan Jiwa Manusia

Khutbah Jum’at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

Khutbah Jum’at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah
Oleh Ammar Syarifuddin (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur)

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Jama’ah sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah ﷻ.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada manusia sebagai petunjuk dan penyejuk hati yang gundah.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang pertama kali menerima wahyu dan menyampaikannya kepada kita semua.

Jama’ah sekalian, marilah senantiasa kita menjaga ketakwaan kepada Allah ﷻ. Sebab sebaik-baik bekal menuju Allah ﷻ adalah ketakwaan kita kepada-Nya.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Ubay bin Ka’ab al-Anshari adalah seorang sahabat mulia yang memiliki segudang prestasi. Seorang sahabat Anshar yang disebut qari’nya (pembaca Al-Qur’annya) Rasulullah ﷺ.

Ia datang ke Mekah. Bertemu Rasulullah ﷺ dan menawarkan Kota Madinah, negeri yang aman untuk hijrah beliau.

Sahabat Ubay bin Ka’ab juga menjadi salah satu dari empat penulis wahyu. Sebagaimana dituturkan oleh Sahabat mulia Anas bin Malik.

Ia berkata, “Pada masa Rasulullah ﷺ ada empat orang sahabat yang bertugas menghimpun Al-Qur’an, semuanya dari kalangan Anshar. Yaitu, Ubay bin Ka’ab, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid.”

Kedekatan dan intensitasnya bergaul dengan Al-Qur’an menjadikan beliau hafal isi Al-Qur’an.

Hingga Sahabat Umar bin Khattab menyebutnya sebagai ‘sayyidul qurra’ pemimpin para qari.

Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri memberi kepercayaan kepada ‘Ubay untuk mengoreksi bacaan shalat Rasulullah ﷺ jika ada kesalahan.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Pernah suatu hari Rasulullah ﷺ mengimami shalat, dan pada saat itu beliau lupa terhadap suat ayat dan tidak ada seorangpun yang mengoreksi bacaan shalat beliau.

Setelah selesai shalat beliau bertanya, “Apakah Ubay bin Ka’ab ada di antara kalian?”

‘Ubay menyahut, “Benar wahai Nabi.”

Rasulullah ﷺ bertanya, “Kenapa engkau tidak mengoreksi bacaan suratku yang salah ketika shalat tadi?”

‘Ubay menjawab, “Saya mengira ada ayat yang sudah dinasakh.” Atau ada ayat yang dihapus secara permanen atas perintah Allah ﷻ.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Al-Qur’an adalah kitab yang penuh dengan keberkahan. Keberkahannya akan meliputi siapa dan apapun yang berkaitan dengannya.

Kita tahu bahwa malaikat pembawa wahyu, yaitu malaikat Jibril adalah malaikat yang paling mulia.

Malam lailatul qadar, malam diturunkannya Al-Qur’an menjadi malam yang paling mulia.

Bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an menjadi bulan paling  mulia.

Nabi Muhammad, nabi yang mendapat Al-Qur’an menjadi Nabi dan Rasul paling mulia.

Dan umat ini, umat yang diturunkan kepadanya Al-Qur’an menjadi umat paling mulia.

Maka benarlah firman Allah ﷻ

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah.” (QS. Shad : 29)

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.

Suatu hari, malaikat Jibril menemui Rasulullah ﷺ dan berpesan, bahwa Allah memerintahkan beliau untuk membacakan surat Al-Bayyinah kepada Ubay bin Ka’ab.

Maka ketika beliau bertemu dengan Ubay bin Ka’ab beliau bersabda kepadanya, “Wahai Ubay, sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk membacakan surat, lam yakunil ladzina kafaru kepada engkau.”

Ubay balik beratanya kepada Rasulullah ﷺ, “Apakah Allah ﷻ menyebut namaku?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya.” Maka Ubay pun menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Andaikata kita berada pada posisi Ubay bin Ka’ab dan kita mendapat kabar bahwa Allah ﷻ menyebut nama kita.

Kira-kira bagaimana perasaan kita? Apakah akan menangis.

Jika iya, tangisan apakah itu? Tangisan rindu, tangisan malu, atau tangisan haru biru karena bahagia?

Mungkin itu yang dirasakan oleh Ubay bin Ka’ab. Tidak ada seorang pun yang bisa menggambarkan campur aduknya perasaan Ubay saat itu.

Atau barangkali Ubay bertanya-tanya, siapakah daku, hingga namaku disebut oleh Sang Maha Perkasa!

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.

Kita semua bisa menjadi ‘Ubay bin Ka’ab. Kita semua bisa hafal Al-Qur’an. Kita semua bisa menjadi mulia dengan Al-Qur’an.

Kita semua memiliki kesempatan untuk menjadi hamba-hamba pilihan Allah ﷻ dengan Al-Qur’an.

Dan itu semua tergantung pada diri kita, mau ataukah enggan.

Bukankah Rasulullah pernah menyampaikan ﷺ

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.

Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Beliau ﷺ menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya” (HR. Ahmad)

Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa, “Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja.

Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an.

Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah ﷻ serta orang-orang pilihannya Allah ﷻ.

Merekalah hamba Allah ﷻ yang paling istimewa.”

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Kesempatan itu selalu terbuka bagi kita. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meraih kemuliaan tersebut.

Mungkin, capaian kita tidak seperti ‘Ubay bin Ka’ab. Yang secara langsung mendapat kabar bahwa namanya betul-betul disebut oleh Allah ﷻ.

Karena beliau hidup di zaman Nabi. Kabar gembira tersebut sampai kepadanya melalui lisan Rasulullah ﷺ.

Meski demikian, setidaknya amalan itu memberi kita harapan untuk bisa menjadi hamba pilihan. Hamba-hamba yang selalu dibanggakan oleh Allah ﷻ di sisi para malaikatnya.

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan).

Akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)

Para ulama menjelaskan maksud dari Allah ﷻ menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya adalah Allah ﷻ membangga-banggakan kaum tersebut di sisi mereka.

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.

Mari kita makmurkan masjid-masjid dengan Al-Qur’an. Mari kita adakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an.

Kita giatkan tpa-tpa. Kita giatkan kegiatan ngaji bersama lansia. Kita giatkan kegiatan ngaji tahsin, memperbaiki cara membaca Al-Qur’an.

Kita giatkan kajian tafsir Al-Qur’an. Dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Jangan biarkan masjid-masjid yang sudah dibangun dengan dana umat kosong dari kegiatan Al-Qur’an.

Masjid-masjid di sekitar kita yang bagas-bagus, nyaman bahkan sebagian tampil megah.

Sayang sekali kalau kita tidak menjadikannya sarana untuk mendapat kemuliaan di sisi Allah ﷻ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ بِتِلاَوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ أَمَّا بَعْدُ

Di khutbah yang kedua ini, bersama mari kita berdoa kepada Allah ﷻ, memohon ketetapan iman, meminta penjagaan dari segala keburukan.

 إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuur
Previous Post

Khutbah Jum’at: Harta dan Jiwa Manusia

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum'at: Harta dan Jiwa Manusia
Khutbah

Khutbah Jum’at: Harta dan Jiwa Manusia

by Admin
20/08/2026
Khutbah Jum'at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Mengusahakan Perubahan, Menjemput Kebaikan

by Admin
13/08/2026
Khutbah Jum'at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Pertamax Naik, Shock Therapy Kemegahan

by Satrio Kusumo
11/06/2026
Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban
Khutbah

Khutbah Idul Adha: Menghayati Makna Patuh dan Berkorban

by Satrio Kusumo
23/05/2026
Khutbah Jum'at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa
Khutbah

Khutbah Jum’at: Pentingnya Selalu Menyucikan Jiwa

by Satrio Kusumo
23/04/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist