Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.
Di awal khutbah ini, marilah kita kembali bersyukur kepada Allah ﷻ. Dia lah yang telah memberikan segala kenikmatan-Nya kepada kita semua. Dengan segala nikmat itu, kita bisa memanfaatkannya untuk meraih kebaikan di dunia maupun di akhirat.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi dan Rasul junjungan kita, suri teladan yang baik bagi umat ini, yakni Nabi Agung Muhammad ﷺ.
Kemudian, khatib mewasiatkan kepada diri pribadi maupun jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah ﷻ, karena bekal terbaik untuk dibawa menghadap Allah ﷻ adalah taqwa.
“Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Saudara-saudara kita yang saat ini berada di lokasi bencana sangat membutuhkan uluran tangan. Mereka kehilangan rumah, pakaian, makanan, dan rasa aman.
Banyak anak-anak yang kebingungan, orang tua yang menangis, dan keluarga yang harus bertahan di tenda pengungsian.
Mereka kehilangan segalanya yang tentu semata bukan karena kelalaian, tetapi karena musibah yang Allah ﷻ takdirkan dan akibat kelakukan orang-orang yang tak bertanggung jawab di luar sana.
“Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu’.” (HR. Muslim)
Doa bukan hal kecil, tetapi pertolongan terbesar ketika kita tidak sanggup hadir secara fisik. Doa kita untuk korban banjir Sumatera Utara adalah tindakan nyata, doa yang menguatkan iman, dan menjadi penyebab turunnya pertolongan Allah ﷻ.
Memberi bantuan adalah bukti iman dan rasa kemanusiaan. Allah ﷻ menegaskan bahwa harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, tapi ada hak orang lain di dalamnya
“Dan pada harta mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)
Mungkin ada di antara kita yang merasa tidak memiliki banyak yang bisa diberikan. Namun ingatlah, Allah menilai niat dan usaha kita, bukan jumlah harta yang kita keluarkan.
Saat banjir merendam rumah mereka, harta lenyap; sehingga hak mereka berpindah kepada kita sebagai bentuk ujian iman.
Maka kita wajib membantu mereka sesuai kemampuan yang Allah ﷻ titipkan. Pertolongan yang kita berikan hari ini semoga menjadi tabungan pahala kelak di akhirat dan menjadi wasilah agar Allah ﷻ menolong kita.
Rasulullah ﷺ bersabda
وَاللهُ في عَونِ العَبدِ ما كانَ العَبدُ في عَونِ أَخيهِ
“Allah ﷻ senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Setiap bantuan sedekah yang kita berikan, pastinya akan dibalas di dunia dan akhirat. Bantuan kita hari ini akan menjadi penolong besok, ketika semua manusia sibuk dengan dirinya sendiri di hari kiamat.
“Barang siapa memudahkan orang dalam kesulitan, maka Allah akan memudahkannya…” (HR. Muslim)
Banjir mungkin surut dalam beberapa hari, tetapi luka, trauma, dan kehilangan tidak surut begitu saja.
Karena itu, bentuk kepedulian berkelanjutan seperti: dukungan pemulihan mental dan sosial, bantuan pendidikan anak-anak yang terdampak, dan sebagainya, perlu terus kita upayakan.
Tidak ada sedekah yang sia-sia. Tidak ada bantuan yang terlalu kecil. Allah ﷻ akan mengganti setiap kebaikan dengan balasan yang lebih mulia.
Semoga Allah menjauhkan kita dari ujian yang berat, dan seandainya pun ujian itu Allah takdirkan untuk datang, maka semoga Allah mengiringinya dengan mengirimkan orang-orang yang peduli, sebagaimana kita membantu saudara-saudara kita hari ini.
Comments 1