Kamis, Maret 5, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
04/03/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

Photo by khats cassim

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Orang yang Saling Menolak

Kultum Ramadhan: Dua Keutamaan Shalat Tarawih

Kultum Ramadhan: Dua Golongan Calon Penghuni Neraka

Kultum Ramadhan #15: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa
Oleh Ashabul Yamin

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah ﷻ.

Makan, minum, dan hubungan suami-istri adalah kenikmatan yang Allah ﷻ anugerahkan kepada setiap manusia. Tentunya itu bukan sekedar kebutuhan fisik, tetapi wasilah sumber ketenangan dan kebahagiaan. 

Namun, perlu kita sadari juga bahwa kenikmatan memiliki satu hukum yang barangkali sering kita lupakan yaitu: jika berlebihan, ia tak lagi nikmat. 

Yang semula membahagiakan, berubah menjadi kebiasaan. Yang awalnya nikmat, menjadi hambar karena terlalu sering dirasakan.

Karena nikmat itu lahir dari batas, bukan keberlimpahan. Lapar membuat makanan terasa lezat. Haus menjadikan air begitu berharga. Jarak melahirkan rindu, dan rindu menghadirkan kedalaman rasa. 

Tanpa batas, semua menjadi datar. Tanpa penahan, manusia tidak lagi menikmati, karena hanya sekadar mengonsumsi.

Allah ﷻ mengingatkan dalam Al-Qur’an:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini menunjukkan bahwa nikmat bukan terletak pada banyaknya, tetapi pada keseimbangan. Ketika manusia melewati batas, nikmat tidak ada rasanya lagi.

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah ﷻ. 

Ibadah puasa Ramadhan selama tiga puluh hari hadir sebagai pendidikan jiwa. Puasa bukan untuk mematikan keinginan jiwa, tapi mengaturnya.

Tidak untuk menghapus nafsu, tapi menunda sebentar. Sejenak perut dikosongkan, agar hati dan jiwa tidak kehilangan sensitivitasnya. 

Ibadah puasa mengajarkan umat Islam bahwa menahan sementara itu beda dengan kehilangan. Menahan sementara akan menjadi jalan untuk merasakan makna yang lebih dalam.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Allah ﷻ tidak menyebutkan dalam dalam ayat ini, tujuan diwajibkan puasa adalah untuk menahan lapar, haus, dan hubungan seksual semata. Akan tetapi, tujuannya takwa; kesadaran (karakter) bahwa kita senantiasa diawasi oleh Allah. 

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah ﷻ.

Maka kita bisa merasakan hal yang berbeda ketika tiba waktu ifthar. Padahal, apa yang kita santap bisa jadi adalah hal yang biasa. Sepiring nasi dan lauknya adalah nasi yang hari-hari kita makan. Segelas air pun air yang biasa kita minum, tidak berubah rasa dan bentuknya. 

Tapi ketika berbuka puasa, yang biasa itu terasa sangat nikmat dan spesial. Bukan karena makanan atau minumannya beda, tapi suasana hatinya yang berbeda.

Makanan dan minuman ini datang setelah seharian menahan lapar dan haus, disitulah letak kenikmatannya. Sesuatu yang sederhana terasa begitu bermakna ketika didahului oleh perjuangan. 

Itulah kegembiraan pertama orang yang berpuasa. 

Rasulullah ﷺ bersabda:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka, dan kegembiraan ketika bertemu Rabb-nya.” (HR. Bukhari, 7492)

Jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah ﷻ.

Kegembiraan berbuka puasa yang terasa di tubuh, lidah, dan hati adalah hadiah langsung dari Allah ﷻ atas kesabaran menahan diri dari makan dan minum selama seharian. 

Dalam hadits di atas, Rasul ﷺ menyebutkan akan ada kegembiraan yang jauh lebih besar: yaitu kegembiraan ketika bertemu Allah ﷻ.

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa puasa bukan hanya soal  menahan lapar dan haus. Puasa adalah ibadah sunyi antara hamba dengan Rabbnya. 

Di siang hari yang panas, ketika tenggorokan kering dan perut kosong, tidak ada yang benar-benar melihat selain Allah ﷻ. Orang bisa saja pura-pura di hadapan manusia, tetapi tidak bisa di hadapan Allah. Maka, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”  (HR. Bukhari, 5927 dan Muslim, 1151)

Puasa memiliki kedudukan istimewa, karena ia dibangun di atas kejujuran. Tidak ada yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa, kecuali Allah ﷻ. Maka wajar jika kemudian Allah ﷻ sendiri juga yang akan memberikan pahala atasnya secara khusus. 

Puasa juga merupakan latihan kesabaran terbesar. Dan kesabaran itulah yang kelak dibalas tanpa batas. Allah ﷻ berfirman

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Kelak, ketika dunia berakhir dan seorang hamba berdiri di hadapan Rabb-nya, ia akan melihat hasil dari semua itu.

Puasa yang dulu terasa berat, kini berubah menjadi cahaya. Lapar yang dulu menyiksa, kini menjadi penyelamat. Doa yang dulu dipanjatkan dalam sepi dan keheningan malam, sekarang menjadi sebab kedekatan dengan Allah ﷻ.

Saat itu, kegembiraan tidak lagi berbentuk makanan atau minuman. Tapi berbentuk kasih sayang dan keridhaan Allah ﷻ. Seorang hamba merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan di dunia, dan saat itu dia sadar bahwa semua lelahnya di dunia tidak sia-sia.

Jamaah shalat tarawih rahimakumullah.

Jika kegembiraan berbuka kaitannya dengan kebahagiaan jasad, maka kegembiraan bertemu Allah ﷻ dengan membawa pahala puasa itu adalah kebahagiaan ruh.

Jika berbuka menghapus lapar dan haus dunia, maka bertemu Allah ﷻ menghapus seluruh lelah dan letihnya kehidupan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Orang yang Saling Menolak

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Orang yang Saling Menolak
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang yang Saling Menolak

by Satrio Kusumo
03/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Keutamaan Shalat Tarawih
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Keutamaan Shalat Tarawih

by Satrio Kusumo
02/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Golongan Calon Penghuni Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Golongan Calon Penghuni Neraka

by Satrio Kusumo
01/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menjadikan Puasa Tak Sempurna
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menjadikan Puasa Tak Sempurna

by Satrio Kusumo
01/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Tidak Menua
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Tidak Menua

by Satrio Kusumo
01/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist