“Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang.” (HR. Muslim, 759)
Para ulama, seperti syaikh al-‘Utsaimin dan Sa’ad al-Khatslan menjelaskan bahwa, fadhilah atau keutamaan yang pertama ini hanya didapat oleh orang-orang yang mengerjakan shalat tarawih penuh selama satu bulan ramadhan; tidak ada satu malam pun yang kosong dari shalat tarawih.
Sebagaimana dikatakan oleh syaikh Al-‘Utsaimin, “Ketika Nabi menyebut kata Ramadhan, maksudnya adalah bulan Ramadhan seluruhnya, dari awal hingga akhir.” (Syarh Bulughul Maram)
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Oleh karena itu, mari kembali luruskan niat, kuatkan tekad, dan pertahankan semangat agar mampu mengerjakan shalat tarawih sebulan penuh.
Jika kita mengerjakannya secara berjama’ah di masjid itu lebih baik, kalau tidak bisa maka mengerjakan seorang diri tidak mengapa.
Karena qiyam Ramadhan seperti tarawih dan tahajud tidak harus dikerjakan bersama imam di masjid, meskipun dikerjakan secara berjama’ah di masjid memiliki keutamaan tersendiri.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Berdasarkan hadits di atas dan keterangan para ulama, menjadi jelas bahwa shalat tarawih yang dikerjakan rutin setiap malam selama bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu diampuninya dosa-dosa kecil kita yang telah lampau.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Setiap kita butuh akan ampunan Allah ﷻ. Sebab setiap kita hanyalah insan biasa yang berlumur dosa.
“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.” (HR. At-Tirmidzi)
Kita sangat bersyukur, karena Allah ﷻ memberi cara terbaik untuk membersihkan dosa dan kesalahan kita. Yaitu dengan mengerjakan shalat tarawih di setiap malam bulan Ramadhan.
Semoga kita mampu menunaikan shalat tarawih setiap malam di bulan Ramadhan. Dan Allah ﷻ berkenan mengampuni dosa dan kesalahan kita yang telah lampau.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Kedua, mendapat pahala shalat semalam suntuk.
Keutamaan shalat tarawih berikutnya adalah mendapat pahala shalat semalam suntuk. Berdasarkan hadits Nabi ﷺ:
“Sesungguhnya jika seorang laki-laki shalat tarawih bersama imam sampai selesai, maka akan dituliskan untuknya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. An-Nasai, 1604)
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Hadits di atas menjelaskan bahwa keutamaan mendapat pahala shalat semalam suntuk, hanya didapat oleh mereka yang shalat tarawih bersama bersama imam sampai selesai.
Oleh karena itu jangan berhenti di tengah shalat tarawih.
Mungkin ada sebagian orang yang tidak shalat witir bersama imam. Dengan alasan, nanti malam akan bangun shalat tahajud.
Sebetulnya shalat tahajud tetap boleh dikerjakan meskipun sudah witir ketika shalat tarawih. Dan tidak perlu witir lagi ketika shalat tahajud.
Karena Nabi ﷺ melarang dua kali witir dalam satu malam.
Syaikh Utsaimin memberikan solusi bagi jama’ah yang ingin shalat tarawih bersama imam sampai selesai, tapi juga bisa mengerjakan shalat witir di akhir shalat tahajudnya.
Yaitu dengan cara; makmum berniat shalat tarawih ketika imam mengerjakan shalat witir. Ketika imam tasyahud di rakaat ketiga, maka makmum ikut tasyahud.
Ketika imam salam dari shalat witirnya, makmum jangan ikut salam, tapi bangkit kembali dan menambah satu rakaat.
Sehingga shalatnya menjadi genap. Yaitu empat rakaat tarawih.
Dengan solusi ini seseorang bisa shalat tarawih bersama imam sampai selesai.
Sehingga berkesempatan mendapat pahala seperti orang yang shalat semalam suntuk. Selain itu dia juga bisa mengerjakan shalat witir di akhir shalat tahajudnya.
Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab.