Kamis, Oktober 15, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
15/10/2026
in Khutbah
0
Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ

Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki

Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa
Oleh Syafiq Al-Fajri
(Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَه

أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur kita panjatkan kepada Allah ﷻ yang telah memberikan kita limpahan karunia dan limpahan kenikmatan hingga detik ini kita masih diizinkan dan diperkenankan untuk kembali memperbaiki diri dari segala dosa dan kesalahan.

Baik itu yang kita lakukan dalam keadaan sadar maupun dalam keadaan lalai. Bersyukur, kita masih diberi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal kelak di hari akhir nanti.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad ﷺ, kepada para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan kepada seluruh umatnya yang senantiasa istiqamah berpegang teguh di atas sunahnya sampai akhir hayat menjemput.

Kemudian, Khatib senantiasa berwasiat kepada diri Khatib pribadi dan kepada para jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ﷻ, sebab hanya ketakwaanlah sebaik-baik perbekalan yang akan kita bawa menuju negeri akhirat kelak.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Beberapa waktu belakangan ini, kita diperlihatkan berbagai fenomena alam dari berbagai penjuru negeri.

Belum hilang dari ingatan kita pada November 2025 lalu sebuah bencana besar menimpa saudara kita di Sumatra terkhususnya daerah Aceh dan sekitarnya.

Banjir bandang yang begitu besar menyebabkan banyak korban jiwa yang berguguran. Tak lama berselang, terdengar kabar bencana tanah longsor di daerah Sumatra barat.

Beberapa waktu yang lalu pun, saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur, tertimpa bencana yang tak kalah dahsyat.

Gempa bumi berskala besar yang menghancurkan rumah, sekolah, serta fasilitas umum lainnya.

Kita pun menyaksikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada sejumlah wilayah di Lampung dan Banten.

Tak berhenti di situ, kemudian kebakaran hutan besar melanda sejumlah wilayah pulau Kalimantan yang asapnya masih terus mengepul hingga hari ini.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Maka, ada baiknya kita bertanya mengapa musibah tersebut silih berganti menimpa negeri tercinta ini.

Bagaimana seharusnya kita memandang berbagai musibah yang terjadi di negeri ini?

Apakah kita hanya melihatnya sebagai fenomena alam yang datang dan kemudian berlalu?

Ataukah kita mau berhenti sejenak, bermuhasabah, dan melihatnya sebagai kesempatan untuk kembali kepada Allah?

Allah ﷻ berfirman di dalam surat Ar-Rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Jama’ah sekalian, ayat ini turun sebagai peringatan keras sekaligus kasih sayang dari Allah ﷻ. Para ulama tafsir menjelaskan maknanya dengan beberapa sisi yang saling melengkapi.

Pertama, makna “al-fasad” (kerusakan).

Imam Ath-Thabari rahimahullah dalam tafsirnya menyebutkan bahwa kerusakan di darat dan di laut mencakup kekeringan, paceklik, berkurangnya hasil bumi dan tangkapan laut, serta berbagai bencana yang menimpa manusia.

Sebagian ulama salaf, seperti Mujahid, menafsirkan bahwa kerusakan itu juga mencakup kemaksiatan dan kezaliman yang merajalela.

Maka kerusakan itu bukan hanya yang tampak di alam, tetapi juga yang bersemayam dalam perilaku manusia.

Kedua, makna “di darat dan di laut”.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa kerusakan itu tampak di seluruh penjuru, sehingga hasil tanaman, buah-buahan, dan rezeki dari laut menjadi berkurang.

Beliau juga menukil riwayat dari sebagian ulama salaf yang memaknai kerusakan ini sebagai akibat dari dosa dan maksiat; semakin banyak maksiat, semakin hilang keberkahan.

 Ada pula penafsiran bahwa “al-bahr” dapat bermakna kota-kota dan perkampungan yang dilalui sungai, sehingga cakupannya meliputi tempat manusia hidup dan beraktivitas.

Ketiga, makna “bima kasabat aydin-nas” (disebabkan perbuatan tangan manusia).

Imam Al-Qurthubi rahimahullah menegaskan bahwa kerusakan itu terjadi sebagai konsekuensi dari perbuatan manusia sendiri.

Penyebutan “tangan” menunjukkan bahwa perbuatan itu dilakukan dengan sadar dan atas pilihan, bukan sekadar takdir yang menimpa tanpa sebab.

Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur’an menambahkan bahwa ayat ini menunjukkan keterkaitan erat antara kerusakan moral dan kerusakan alam. Ketika manusia menyimpang dari manhaj Allah, keseimbangan hidup ikut terganggu.

Keempat, makna “liyudziqahum ba’dhal ladzi ‘amilu” (agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka).

Perhatikan kata “ba’dh” yang berarti sebagian. Para mufassir menjelaskan bahwa yang ditimpakan di dunia hanyalah sebagian dari akibat perbuatan manusia, bukan seluruhnya.

Ini isyarat rahmat Allah: seandainya Allah menimpakan seluruh akibat dosa kita, niscaya tidak tersisa satu pun makhluk yang selamat.

Hal ini selaras dengan firman-Nya dalam QS. Asy-Syura ayat 30 bahwa Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan manusia.

Kelima, makna “la’allahum yarji’un” (agar mereka kembali).
Inilah tujuan akhirnya. Menurut Ibnu Katsir dan para mufassir lainnya, musibah itu dimaksudkan agar manusia kembali, yakni bertobat, meninggalkan maksiat, dan kembali taat kepada Allah.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Musibah bukan semata hukuman, tetapi juga peringatan agar kita pulang kepada-Nya.

Dari penjelasan para ulama tersebut kita memahami tiga hal bahwa: kerusakan memiliki sebab yang berasal dari ulah manusia, Allah hanya menimpakan sebagian akibatnya sebagai rahmat, dan tujuan semuanya adalah agar kita kembali kepada-Nya.

Sebagai seorang Muslim, kita menyadari bahwa musibah dapat memiliki berbagai hikmah.

Ia bisa menjadi peringatan agar kita kembali dari kelalaian, bisa menjadi ujian untuk mengangkat derajat keimanan dan ketakwaan, dan bisa pula menjadi sebab terhapusnya dosa-dosa kita.

Adapun sebagai ujian, Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Adapun sebagai penghapus dosa, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, gangguan, maupun kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus dengannya sebagian dari dosa-dosanya.”

Karena itu, jama’ah sekalian, mari kita luruskan cara pandang kita.

Bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, semoga ia menjadi ujian yang mengangkat derajat dan penghapus dosa.

Kita tidak berhak menghakimi mereka sebagai orang yang lebih berdosa dari kita.

Adapun bagi yang menyaksikannya, musibah itu adalah peringatan.

Jangan-jangan kita yang lalai, sementara Allah ﷻ masih memberi kita waktu untuk kembali.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Di dalam surat Al-A’raf ayat  96, Allah ﷻ berfirman

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan bagi mereka keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami menyiksa mereka disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.”

Musibah yang menimpa kita hendaknya tidak hanya dilihat sebagai sebuah bencana saja. Akan tetapi juga sebagai teguran dan peringatan agar manusia berhenti sejenak, bermuhasabah, dan kembali mendekat kepada Allah.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Barangkali melalui guncangan bumi, derasnya air, atau dahsyatnya bencana, Allah sedang mengingatkan kita tentang sesuatu yang sering kita lupakan: bahwa kita adalah hamba yang lemah dan sangat membutuhkan-Nya.

Barangkali Allah ingin mengingatkan kepada kita bahwa  betapa tinggi jabatan seseorang, betapa banyak harta yang dimiliki seseorang, dan betapa mulia kedudukan seorang di hadapan manusia, semua itu tidaklah berarti ketika berhadapan dengan kekuasaan Allah ﷻ.

Ketika dihadapkan dengan gempa bumi, banjir, longsor, dan letusan gunung berapi, manusia akan kembali menyadari betapa lemah dirinya.

Maka hal terpenting yang harus kita ambil dari fenomena bencana alam yang menimpa negeri ini  bukan hanya mencari tahu mengapa musibah itu terjadi, tetapi juga bagaimana sikap kita setelah musibah itu terjadi.

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Inilah khutbah kita hari ini. Alam adalah tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ, tetapi tidak semua orang mampu membacanya.

Allah ﷻ berfirman dalam surat Yunus ayat 6

إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.”

Orang yang bertakwa membaca bencana bukan hanya dengan mata, tetapi juga dengan hati. Dari sana lahir tiga sikap yang semoga bisa kita bawa pulang hari ini.

Pertama, bertobat dan memperbanyak istighfar. Kita mulai dari diri sendiri: meninggalkan maksiat, memperbaiki shalat, dan menunaikan hak-hak orang lain yang pernah kita abaikan.

Kedua, menolong saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, dengan doa, tenaga, dan harta yang kita miliki. Rasulullah ﷺ bersabda

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa melapangkan satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan dunia seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan hari kiamat.” (HR. Muslim)

Ketiga, menjaga bumi yang Allah titipkan kepada kita, dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan dan sumber air, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan di sekitar kita, sekecil apa pun.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu membaca tanda-tanda-Nya, lalu kembali kepada-Nya dengan tobat, kepedulian, dan amal yang nyata.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Jama’ah yang dirahmati Allah.

Pada khutbah yang kedua ini, mari kita bersama-sama saling mendoakan sesama kaum muslimin agar diselamatkan dari berbagai mara bahaya, musibah dan bencana alam yang sedang menimpa negeri tercinta kita ini.

Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kelimpahan karunia dan rahmat-Nya di negeri Indonesia ini.

‎إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Previous Post

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ
Khutbah

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ

by Satrio Kusumo
08/10/2026
Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki

by Satrio Kusumo
01/10/2026
Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat
Khutbah

Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat

by Satrio Kusumo
17/09/2026
Khutbah Jum'at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah

by Satrio Kusumo
10/09/2026
Khutbah Jum'at: Harta dan Jiwa Manusia
Khutbah

Khutbah Jum’at: Harta dan Jiwa Manusia

by Admin
20/08/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist