Kamis, Oktober 22, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Menjaga Amanat Lingkungan

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
22/10/2026
in Khutbah, Kolom Mahasantri
0
Khutbah Jum’at: Menjaga Amanat Lingkungan

Photo by Bruno Scramgnon

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ

Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki

Khutbah Jum’at: Menjaga Amanat Lingkungan
Oleh Dimas Saputra (Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمِهِ الْكَثِيرَةِ، وَسَخَّرَ لَنَا مَا فِي الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، وَجَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا، وَالسَّمَاءَ بِنَاءً، وَأَجْرَى لَنَا الْأَنْهَارَ، وَأَنْبَتَ لَنَا الزُّرُوعَ وَالثِّمَارَ، وَجَعَلَ فِي الطَّبِيعَةِ آيَاتٍ بَاهِرَةً تَدُلُّ عَلَى عَظَمَتِهِ وَقُدْرَتِهِ

فَلَهُ الْحَمْدُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى، وَنَسْأَلُهُ أَنْ يُعِينَنَا عَلَى شُكْرِهَا وَحُسْنِ رِعَايَتِهَا، وَأَنْ يَجْعَلَنَا مِنَ الَّذِينَ يَحْفَظُونَ أَمَانَةَ الْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ ,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى, وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Jama’ah sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah ﷻ.

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga detik ini kita masih bisa merasakan nikmatnya beribadah di hari Jum’at yang mulia.

Semoga dengan hadirnya kita di kesempatan ini, Allah ﷻ menggugurkan segala kelalaian, kesalahan dan dosa yang telah berlalu sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad ﷺ bahwa dari satu shalat ke shalat berikutnya, dari satu Jum’at menuju Jum’at selanjutnya, merupakan sarana penghapus dosa bagi para hamba selama mereka menjauhi dosa besar.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yang telah mengorbankan jiwa, raga dan nyawanya agar risalah ilahiyah ini tersebar dan terdengar kepada seluruh manusia.

Jama’ah sekalian, marilah senantiasa kita menjaga ketakwaan kepada Allah ﷻ. Sebab sebaik-baik bekal menuju Allah ﷻ adalah ketakwaan kita kepada-Nya.

Takwa yang tidak hanya tercermin dalam shalat di atas sajadah atau berzikir di dalam masjid sebagai “hablumminnallah”, tetapi juga memancar nyata  sebagai “hablumminannas” yaitu bagaimana kita memperlakukan orang-orang sekitar, lingkungan, dan bumi tempat kita berpinjak.

Wujud ketakwaan yang amat mendesak dan penting pada era modern ini yaitu kesadaran untuk memelihara, merawat, serta menjaga kelestarian alam semesta (hifzhul bi’ah) yang telah diamanahkan oleh Allah ﷻ kepada kita sebagai khalifah di muka bumi.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Sebagaimana yang kita saksikan hari ini, negara sedang mengalami krisis lingkungan hidup yang amat sangat memprihatinkan. Bencana terjadi dimana-mana, seolah sedang mengantri gilirannya.

Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Kalimantan, musibah banjir bandang yang menerjang Kota Padang dan berbagai bencana yang terjadi di daerah pelosok Nusantara, menjadi saksi bisu dan bukti nyata atas terganggunya keseimbangan ekosistem negara kita tercinta.

Karhutla telah melahap ribuan hektar hutan alam, memusnahkan keanekaragaman hayati, menyebabkan kabut asap pekat yang melumpuhkan aktivitas sosial, ekonomi dan pendidikan serta menyebabkan penyakit ISPA.

Pada saat yang sama, banjir bandang merendam pemukiman, merusak sarana ibadah, fasilitas umum, melumpuhkan lahan pertanian serta merenggut jiwa-jiwa yang tidak berdosa.

Para ahli dan ulama menyimpulkan bahwa bencana hebat ini bukanlah semata-mata fenomena alam biasa, melainkan buah dari apa yang dinamakan ‘dosa ekologis’.

Dosa ini bersumber dari kezaliman, keserakahan, serta kelalaian dalam tata kelola lingkungan yang mengorbankan tatanan alam demi menguntungkan segelintir pihak untuk kepentingan jangka pendek.

Allah ﷻ memberikan peringatan yang sangat tegas dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini menegaskan bahwa kerusakan alam terjadi akibat perilaku manusia. Eksploitasi alam yang menyebabkan alam tidak layak lagi dihuni, atau bahkan penghancuran alam sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan.

Di daratan contohnya, flora dan fauna mati karena ekosistemnya rusak, dan di laut seperti rusaknya biota laut. Juga termasuk al-fasad adalah perampokan, pembunuhan, pemberontakan, dan sebagainya.

Perbuatan ini tidak mungkin dilakukan orang yang memiliki keimanan dengan keimanan yang sesungguhnya, karena orang yang beriman ia tahu bahwa semua perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ.

Terlebih merusak alam adalah kezaliman yang amat sangat besar. Sebab banyak sekali makhluk yang akan menjadi korban, termasuk satwa yang turut menanggung beban atas keserakahan manusia

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kedudukan manusia di muka bumi adalah sebagai pengelola yang memegang amanah (khalifah), bukan pemilik mutlak yang bebas berbuat sewenang-wenang demi keuntungan dirinya sendiri.

Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 30

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30)

Dan Allah ﷻ mempertegas dalam Surah Al-An’am ayat 165

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk menguji kamu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.” (QS. Al-An’am: 165)

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, Imam Al-Hafiz Ibnu Katsir menjelaskan bahwa makna khala’ifa al-ardh adalah Allah ﷻ menjadikan manusia sebagai generasi pimpinan yang saling menggantikan untuk mengelola dan merawat bumi.

Menjadi khalifah menuntut pengelolaan yang adil dan bertanggung jawab, bukan menyerahkan kekayaan alam untuk dijarah dan dieksploitasi demi kepentingan segelintir pihak.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Perlindungan terhadap lingkungan (hifzhu bi’ah) merupakan bagian integral dari tanggung jawab keagamaan (mas’uliyyah diniyyah).

Cendekiawan lulusan Universitas Al-Azhar, Syaikh Abdul Majid An-Najjar menegaskan bahwa menjaga lingkungan yang mencakup seluruh ruang kehidupan seperti hutan, atmosfer, hingga jaring-jaring ekosistem adalah kewajiban syariat.

Imam Yusuf Al-Qardawi juga menjelaskan bahwa lingkungan adalah tempat manusia menjalankan tugas kekhalifahan untuk memakmurkan bumi, yaitu mengelolanya dengan baik dan bukan untuk menjarah atau mengeksploitasinya secara sewenang-wenang.

Artinya, jelas tindakan explotasi alam secara sewenang-wenang adalah pelanggaran syariat yang berkonsekuensi dosa, seseorang yang melakukannya berhak mendapatkan tindakan pidana dan ganti rugi atas kerusakan yang diakibatkannya jika memang terbukti demikian.

Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,

Allah ﷻ melarang keras tindakan perusakan di muka bumi sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-A’raf ayat 56

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)

Islam tidak melarang pembangunan atau kegiatan ekonomi memanfaatkan alam, namun pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh dilakukan secara serakah, sehingga merugikan masyarakat luas.

Pun masyarakat perlu bersuara dan peduli terhadap kelalaian dalam menjaga alam, sembari melakukan muhasabah diri atas perilaku sendiri.

Mari kita tanyakan pada diri kita dan para pengambil kebijakan: Kondisi bumi seperti apakah yang kita inginkan untuk mendampingi kehidupan kita?

Kondisi bumi seperti apa yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang? Apakah kita akan mewariskan udara segar atau kabut asap racun?

Apakah kita akan mewariskan sungai yang jernih atau limbah? Apakah kita akan mewariskan hutan yang hijau atau tanah gersang akibat eksploitasi berlebihan?

Anak-anak dan generasi setelah kita juga memiliki hak atas lingkungan yang layak dan sehat.

Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati Allah.

Sebagai bentuk kewajiban menjaga lingkungan dan menolak kerusakan, ada empat langkah praktis yang dapat kita lakukan bersama:

  1. Memulai dari diri sendiri: Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan fasilitas umum serta lingkungan sekitar.

  2. Menjaga air dan sumber daya alam: Menggunakan air secara bijak dan menghindari pencemaran Sungai dengan limbah.

  3. Melestarikan ruang hijau: Menanam pohon serta dukung gerakan pelestarian dan perlindungan hutan dari perusakan.

  4. Membangun kepedulian bersama: Saling mengingatkan dalam kebaikan, bersikap kritis terhadap pembiaran kerusakan alam, dan mendukung pengelolaan alam yang benar.

Sebagai khalifah di muka bumi ini mari kita ikhtiar dengan menegakkan keadilan ekologis dan menolak segala bentuk perusakan bumi.

Semoga Allah ﷻ membimbing kita, para pemimpin bangsa, dan pemangku kebijakan untuk kembali memegang amanah menjaga alam ini, sebagai anugerah dan kurunia dari Allah ﷻ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ بِتِلاَوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ أَمَّا بَعْدُ

Di khutbah yang kedua ini, bersama mari kita berdoa kepada Allah ﷻ, memohon ketetapan iman, meminta penjagaan dari segala keburukan.

 إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuurmahasantri
Previous Post

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa
Khutbah

Khutbah Jum’at: Bencana Alam Sebagai Tanda Bagi Mereka Yang Bertakwa

by Satrio Kusumo
16/10/2026
Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ
Khutbah

Khutbah Jum’at: Luasnya Kasih Sayang Allah ﷻ

by Satrio Kusumo
08/10/2026
Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tawakal dan Menjemput Rezeki

by Satrio Kusumo
01/10/2026
Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat
Khutbah

Khutbah Jum’at: Panas Dunia Tak Sebanding Dengan Siksa Akhirat

by Satrio Kusumo
17/09/2026
Khutbah Jum'at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Hamba Yang Disebut Namanya Oleh Allah

by Satrio Kusumo
10/09/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist