Senin, Februari 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
25/12/2025
in Khutbah, Kolom Mahasantri
0
Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Photo by Dũng Phạm

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Berdoa?
Penulis: Dimas Saputra
(Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن 

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Mari kita bersyukur kepada Allah ﷻ yang telah mengaruniakan begitu banyak kenikmatan, yang hingga detik ini bisa kita pergunakan dalam rangka ketakwaan kepada Allah ﷻ. 

Sebab tiada kebahagiaan yang sangat besar melainkan mendapatkan ridha dan cinta Allah ﷻ, dan mustahil ridha Allah serta cinta-Nya kita gapai kecuali dengan jalan ketakwaan.

Shalawat serta salam senantiasa terhaturkan kepada baginda Rasulullah ﷺ manusia paling sempurna, suri teladan bagi umatnya, yang Allah utus sebagai pelita di tengah gelapnya kejahiliaan. 

Barangsiapa yang mengikuti apa yang beliau contohkan niscaya beruntunglah dunia dan akhiratnya, begitu juga sebaliknya.

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Salah satu perkara yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia adalah banyaknya problem yang turut menghiasi kehidupan. 

Artinya, kita tidak akan pernah terlepas dari yang namanya kesulitan, ujian dan cobaan, selama kita masih bernafas di bumi Allah ﷻ. 

Bahkan, Nabi dan Rasul pun juga diuji oleh Allah ﷻ, seperti Nabi Zakaria ‘alaihissalam yang diuji tidak memiliki anak sampai umur 90 tahun. 

Nabi Nuh ‘alaihissalam diuji dengan anaknya yang tidak mengikuti ajaran beliau. 

Serta banyak lagi kisah yang diabadikan oleh Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an tentang ujian yang menimpa Nabi dan Rasul.

Allah ﷻ telah menetapkan berbagai kesulitan, ujian dan cobaan pada setiap hamba sekaligus memberikan jalan keluar ataupun solusi untuk menyelesaikannya.

Sebagaimana setiap penyakit pasti ada obatnya. 

Nah, doa merupakan solusi yang Allah ﷻ berikan manakala seorang hamba berada pada kesulitan. 

Adapun ikhtiar lahiriah adalah kewajiban sebagai manusia yang sudah sepatutnya melakukan demikian.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Doa merupakan amal ibadah yang bernilai pahala. Oleh karena itu, tidak heran bahwa Allah ﷻ banyak mengabadikan doa para Nabi dan Rasul di dalam Al-Qur’an. 

Tentunya, ini menjadi tanda bahwa Allah ﷻ memberikan perhatian penting tentang perkara doa.

Allah berfirman dalam surah Al-Ghafir ayat 60

قَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan aku kabulkan bagimu.”

Allah memerintahkan agar kita senantiasa berdoa kepada-Nya, sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa kita adalah makhluk yang lemah tanpa bantuan Allah ﷻ. 

Doa juga menjadi senjata bagi seorang muslim, sarana untuk meminta dan memohon kepada Allah ﷻ. Berucap lirih di bumi akan tetapi mampu mengetuk pintu langit.

Baginda Nabi kita, Rasulullah Muhammad ﷺ  suri teladan serta cerminan hidup kaum Muslimin memberikan contoh bahwa beliau selalu mengawali, menyertai dan mengakhiri seluruh aktivitasnya di setiap hari dengan berdoa. 

Sebab, doa bukanlah sekedar kata-kata, akan tetapi energi spiritual yang harus senantiasa menyertai aktivitas kita.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Pada kesempatan berbahagia ini khatib akan menyampaikan tiga alasan kenapa kita sebagai seorang Muslim harus berdoa,

Pertama, karena doa adalah perintah dan bentuk ibadah kepada Allah ﷻ

Seperti yang telah khatib sampaikan di awal, bahwa doa merupakan perintah Allah ﷻ kepada seluruh hamba-Nya tanpa terkecuali. 

Sebab, doa adalah bentuk ibadah lisan dengan mengagungkan Allah ﷻ dan berserah diri kepada-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.” (Riwayat at-Tirmidzi dari an-Nu‘man bin Basyir).

Di dalam kitab “Taisir Al-Wushul Syarh Tsalatsatul-Ushul, halaman 71” karya Syaikh Abdul Muhsin ibn Muhammad Al-Qasim dikatakan bahwa, 

“Doa termasuk inti dari ibadah karena Rasulullah ﷺ diutus oleh Allah untuk menyeru umatnya agar ketika meminta, maka arahkanlah hati agar meminta hanya kepada Allah ﷻ semata. 

Dan berdoa meminta sesuatu kepada selain Allah, termasuk dari syirik besar yang berakibat menghilangkan seluruh pahala seseorang yang melakukannya.”

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Sungguh merugi dan termasuk kategori sombong manakala seseorang lalai dari berdoa kepada Allah ﷻ. 

Karena ia enggan merendahkan diri kepada-Nya. Allah berfirman dalam QS. Al-Ghafir ayat 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Ayat tersebut mengandung peringatan dan ancaman keras kepada orang-orang yang enggan beribadah kepada Allah ﷻ. 

Maka, melazimi doa adalah kewajiban sebagaimana kita melazimi ibadah-ibadah wajib lainnya, berdoa tidak perlu menunggu kita merasa butuh kepada Allah. 

Akan tetapi, dengan banyak berdoa akan menghindarkan kita dari keburukan.

Rasulullah ﷺ bersabda;

وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (مَا عَلَى الأرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو الله تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إيَّاها ، أَوْ صَرفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ، مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ) ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَومِ : إِذاً نُكْثِرُ قَالَ : ( اللهُ أكْثَرُ ) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : ( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikan kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim.”

Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.”

Beliau ﷺ bersabda, “Allah lebih banyak memberi dari apa yang kalian minta.” (HR. Tirmidzi no. 3573, dinilai hasan shahih)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Kedua, karena doa sebagai bentuk pengakuan kesalahan dan bertaubat dari dosa.

Di antara alasan kenapa harus berdoa adalah sebagai bentuk pengakuan bahwa kita adalah insan yang jauh dari kata sempurna.

Teramat fakir dari amalan ketaatan dan sering melakukan kesalahan serta dosa. Olehnya, kita perlu berdoa untuk bertaubat memohon ampunan Allah seraya mengakui kesalahan. 

Sebagaimana Nabi Adam alaihissalam berdoa kepada Allah setelah melakukan kesalah.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Jamaah yang semoga senantiasa dirahmati Allah ﷻ

Perlu kita ketahui bahwa, Allah ﷻ tidak hanya mencintai hamba-Nya yang senantiasa shalat tahajud, puasa Senin Kamis dan banyak bersedekah.

Akan tetapi, Allah ﷻ juga mencintai hamba-Nya yang senantiasa mengakui dan menyesali setiap kesalahan.

Allah berfirman dalam Hadits Qudsi

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke Langit dunia setiap malam, ketika malam tersisa sepertiga malam terakhir , lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan aku ampuni.” (HR. Bukhari Muslim)

Mustahil bagi manusia untuk selalu bersih dari perbuatan dosa layaknya Malaikat. Maka, Allah senantiasa menunggu dan melihat siapa di antara hamba-Nya yang kembali menjemput ampunan-Nya setelah melalui belantara dosa.

Berbuat dosa itu merupakan suatu keburukan, tetapi kehilangan harapan untuk kembali mendapatkan rahmat-Nya jauh lebih buruk dari itu semua. 

Maka, sudah selayaknya kita memperbanyak doa, banyak memohon ampunan Allah ﷻ karena Allah mencintai hamba yang banyak memohon kepada-Nya.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Ketiga, sebab doa adalah senjata

Doa adalah senjata, sebagaimana senjata yang digunakan seseorang untuk mendapatkan binatang buruan. 

Sebuah doa, menjadi senjata untuk mendapatkan Rahmat dan kasih sayang serta pertolongan Allah ﷻ. 

Doa bisa jadi lebih kuat dari senjata yang terbuat dari besi dan baja. Sebab doa dapat menembus langit, mengubah yang mustahil menjadi mustajab, yang jauh menjadi dekat, dan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Doa yang kita panjatkan akan mengetuk pintu langit. Apabila terus diketuk meski dengan suara yang lirih, lambat laun akan terbuka, menghadap-Nya, didengarkan oleh-Nya dan akan dikabulkan-Nya.

Tidak ada sesuatu pun yang dapat kita gunakan untuk menyampaikan keluhan dari permasalahan kita, meminta apa yang kita butuhkan,  melainkan hanyalah doa.

Sebab, doa adalah sarana berinteraksi kepada Allah ﷻ yang tanpa perantara, tanpa penghalang.

Doa yang kita lantunkan lirih di bumi, akan terdengar keras di langit.

Berapa banyak seseorang menjadi kuat bukan karena fisiknya, akan tetapi karena doa. Sehingga Allah ﷻ menjadikannya kuat. 

Sebagaimana Rasulullah ﷺ ketika Perang Badar, Rasulullah ﷺ berdoa dengan penuh harap dan tangis, memohon kemenangan dari Allah. 

Doa menjadi senjata yang lebih tajam dari pedang, karena ia mengundang pertolongan langsung dari langit.

Nabi Yunus ‘alaihissalam ketika berada di dalam perut ikan paus yang gelap nan dalam di dasar lautan, ia berdoa kepada Allah

لآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Keberadaan Nabi Yunus ‘alaihissalam  menuntut tidak adanya satu pun  senjata yang dapat digunakan agar dapat keluar dari perut ikan paus.

Maka, doa menjadi senjata yang melebihi segalanya sehingga dengan doa itu Allah ﷻ mengeluarkan Nabi Yunus ‘alaihissalam dari perut ikan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah Jum’at rahimakumullah.

Doa adalah sarana kita berinteraksi dengan Allah ﷻ. 

Melalui doa, kita dapat bersyukur, menyampaikan harapan dan permohonan serta sebagai bentuk refleksi diri. 

Dengan berdoa, hubungan kita dengan Allah akan semakin erat, sehingga menimbulkan kedamaian batin, menenangkan pikiran dan mendapatkan semangat baru untuk menjalani tantangan hidup. 

Doa akan mendorong kita berintrospeksi dan memahami diri.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Pada khutbah yang kedua ini, mari kita bersama-sama melantunkan doa kepada Allah ﷻ, agar senantiasa dimampukan untuk selalu berdoa kepada-Nya.

Karena hanya kepada-Nya lah kita berharap, dan hanya kepada-Nya lah semua akan kembali.

‎إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا قَضَيْتَهَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ, وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ, وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ, وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اللَّهُمَّ انْصُر إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ، اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ، اللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuurmahasantri
Previous Post

Keutamaan dan Keajaiban Istighfar

Next Post

Khutbah Jum’at: Hari Kiamat; Saat Penyesalan Tak Lagi Berguna

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu
Khutbah

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

by Satrio Kusumo
15/01/2026
Khutbah Jum'at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

by Satrio Kusumo
08/01/2026
Khutbah Jum'at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik
Khutbah

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Next Post
Khutbah Jum'at: Hari Kiamat; Saat Penyesalan Tak Lagi Berguna

Khutbah Jum'at: Hari Kiamat; Saat Penyesalan Tak Lagi Berguna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist