Selasa, Januari 13, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kolom Mahasantri

Keutamaan dan Keajaiban Istighfar

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
29/09/2025
in Kolom Mahasantri, Tazkiyah
0
Keutamaan dan Keajaiban Istighfar

Photo by İbrahim

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Keutamaan dan Keajaiban Istighfar
Penulis: Danil Rahman Bintang (Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

Suatu hal yang lumrah dalam kehidupan bahwa kita tidak akan pernah terluput dari kekeliruan atau kesalahan. Tidak ada satupun sosok manusia di dunia ini, dari zaman Nabi Adam ‘alaihi wasallam hingga akhir zaman melainkan mereka pasti berbuat kesalahan.

Akan tetapi, Allah membuka pintu taubat serta peluang istighfar untuk memohon ampun bagi manusia dan menganugerahkan keajaiban-keajaiban di dalamnya.

Rasulullah ﷺ bersabda

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak keturunan Adam pasti akan melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang banyak bertaubat.” (Hadits hasan; diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, ad-Darimi, dan Ahmad)

Hadits ini menunjukkan bahwa Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan, karena tabiatnya diciptakan dalam keadaan lemah, serta sering tidak patuh kepada Tuhannya dalam melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.

Akan tetapi, Allah ﷻ membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya, dan mengabarkan bahwa sebaik-baik orang yang sering melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertaubat.

Termasuk tipikal orang beriman adalah jika melakukan kesalahan dan berbuat kezaliman, maka mereka bersegera untuk beristighfar atau meminta ampun kepada Allah ﷻ. Hal tersebut berdasarkan firman Allah ﷻ

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.” (QS. Ali Imran: 135)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan dalam kitabnya, yakni apabila mereka melakukan suatu dosa, maka mereka mengiringinya dengan taubat dan istighfar (memohon ampun kepada Allah).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang bersabda, “Sesungguhnya ada seorang lelaki melakukan suatu dosa, lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa, maka berikanlah ampunan bagiku atas dosa itu’.”

Maka Allah ﷻ berfirman, “Hamba-Ku telah melakukan suatu dosa, lalu ia mengetahui bahwa dia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa dan yang menghukumnya, sekarang Aku memberikan ampunan kepada hamba-Ku.”

Kemudian si hamba melakukan dosa yang lain, dan mengatakan, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah melakukan dosa lain, maka ampunilah dosa(ku) itu.”

Makna Istighfar

Istighfar adalah permohonan ampunan kepada Allah ﷻ, dengan lafaz doa atau permohonan apa pun.

Ibnu Baththal dalam Syarh Shahih Al-Bukhari (10/76) berkata, “Istighfar dalam bahasa Arab adalah memohon ampunan kepada Allah ﷻ, dan memohon kepada-Nya untuk mengampuni dosa-dosa yang telah lalu serta pengakuan terhadap segala perbuatan keliru yang telah diperbuat.

Setiap doa yang mengandung makna ini adalah istighfar.”

Istighfar adalah salah satu bentuk ibadah agung yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an, dan Dia memuji orang-orang yang melakukannya.

Lafadz Istighfar

Lafaz-lafaz Istighfar yang Dianjurkan:

  • أسْتَغْفِرُ اللهَ (astaghfirullah). Nabi Muhammad ﷺ biasa mengucapkannya tiga kali setelah selesai shalat. (HR. Muslim)

  • أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ (astaghfirullah al-azhim alladzi la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum wa atubu ilaih).

Artinya, “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkannya, maka dosanya akan diampuni meskipun ia pernah lari dari medan perang.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dihasankan oleh Al-Albani).

  • سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ (sayyidul istighfar) yaitu lafaz istighfar yang paling utama. Lafaznya adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji dan ikrar-Mu semampuku.

Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Nabi ﷺ bersabda bahwa siapa pun yang mengucapkannya dengan yakin di siang hari lalu meninggal, ia akan menjadi penghuni surga. Begitu pula jika diucapkan di malam hari. (HR. Bukhari)

Keajaiban Istighfar

Sebagaimana kita ketahui bahwa dengan istighfar kepada Allah ﷻ, maka Allah akan mengampuni dosa kita.

Akan tetapi di sisi lain harus juga dipahami bahwa Allah akan memberikan kepada siapa pun akan keajaiban selain ampunan-Nya, seperti solusi dari permasalahan yang dialami, juga kelapangan dari kesempitan hati dan yang lainnya. 

Rasulullah ﷺ bersabda

مَنْ لَزِمَ الاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang terus-menerus beristighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kelapangan dari setiap kesempitan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)

Berikut dua keajaiban istighfar selain ampunan dari Allah ﷻ:

Pertama, istighfar menghadirkan solusi dari setiap permasalahan.

Ibnu Shubaih berkata, “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan (Al-Bashri) tentang kekeringan.

Beliau lantas berkata kepadanya, ‘Mohonlah ampun kepada Allah (istighfar).’ Seorang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan, maka beliau berkata kepadanya, ‘Mohonlah ampun kepada Allah ﷻ.’

Orang lain lagi berkata kepadanya, ‘Mohonlah kepada Allah  agar menganugerahkan aku seorang anak.’ Maka beliau berkata kepadanya, ‘Mohonlah ampun kepada Allah.’

Seorang lain mengadu kepadanya tentang kebun yang kering, maka beliau berkata kepadanya, ‘Mohonlah ampun kepada Allah ﷻ.’

Kemudian kami (Ibnu Shubaih) bertanya kepadanya tentang hal itu, dan beliau menjawab, ‘Aku tidak mengatakan sesuatu dari diriku sendiri.

Sesungguhnya Allah ﷻ berfirman dalam Surah Nuh, “Maka aku katakan (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepadamu, dan memperbanyak harta serta anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)”

Kedua, istighfar menjadi perantara dibukanya pintu-pintu rezeki.

Syekh Khalid bin Sulaiman mengatakan di dalam kitabnya “Keajaiban-Keajaiban Istighfar” bahwa ada sebuah kisah unik dari dampak istighfar.

Dikisahkan bahwa ada satu keluarga kecil yang bermimpi memiliki rumah layak untuk mereka tinggali. Hal tersebut dikarenakan saat itu mereka tinggal di rumah yang sudah rusak parah, berusia puluhan tahun, serta tidak melindungi dari dingin maupun hujan. 

Sang Ibu terus menerus memikirkan nasib mereka dan menatap anak-anaknya dengan penuh kasih. Mereka tidak memiliki uang yang cukup, tidak pula rumah yang layak. Kemudian, Allah ﷻ memberinya petunjuk untuk memperbanyak istighfar.

Ia pun menjadi sangat sering beristighfar, hampir di setiap saat. Ia juga mengiringinya dengan doa pada saat shalat malam (qiyamul lail) serta mendorong Sang Suami untuk melakukan hal yang sama.

Tidak lama kemudian, datanglah hari ketika keluarga kecil tersebut merasakan keajaiban dari istighfar dan doa. Allah ﷻ mengabulkan doa-doa dengan memudahkan mereka mendapatkan rumah baru dengan harga yang terjangkau.

Setelah itu, ia berkata, “Aku tidak pernah bermimpi memiliki rumah seperti ini. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

Kesimpulan

Kita sebagai manusia yang lemah, berdosa dan memiliki kekurangan, mari senantiasa melazimi istighfar setiap harinya. Sebab istighfar kepada Allah ﷻ akan menghadirkan keajaiban yang sangat menakjubkan.

Allah ﷻ akan berikan ampunan atas dosa kita, menghadirkan solusi untuk permasalahan kita, membuka pintu kemudahan dari segala kesulitan kita dan masih banyak lagi keajaiban lainnya yang akan Allah anugerahkan. InsyaAllah.

Related

Tags: ma'had 'aly an-nuurmahasantri
Previous Post

Khutbah Jum’at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan

Next Post

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

by Admin
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Peran Orang Tua Terhadap Keluarga
Khutbah

Khutbah Jum’at: Peran Orang Tua Terhadap Keluarga

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Next Post
Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist