Senin, Februari 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
25/12/2025
in Khutbah, Kolom Mahasantri
0
Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah

Photo by Quang Nguyen Vinh

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

Khutbah Jum’at: Hikmah Di Balik Musibah
Penulis: Muhaimin Makmur
(Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur) 

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini. 

Khutbah Pertama

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Puja dan puji syukur senantiasa terhaturkan kepada Allah ﷻ atas limpahan nikmat-Nya kepada kita semua. 

Semoga dengan kita senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ, hidup bisa dipenuhi dengan berkah, langkah-langkah akan terbimbing oleh hidayah, hingga nanti meninggal dalam kondisi husnul khatimah.

Shalawat beriring salam, semoga selalu Allah ﷻ curah limpahkan kepada Nabi Agung, Nabi Muhammad ﷺ. 

Kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, para tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan umat Islam yang senantiasa istiqamah menjalankan sunah-sunah beliau hingga hari kiamat nanti.

Berikutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian, agar senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ kapanpun dan dalam kondisi apapun. 

Sebab takwa adalah sebaik-baik bekal seorang hamba ketika di dunia. 

Allah ﷻ berjanji bahwa orang-orang bertakwa akan diberi jalan keluar dari setiap kesulitan, diberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan disediakan surga seluas langit dan bumi.  

Jama’ah hadirin sidang Shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah ﷻ.

Hingga hari ini, rakyat Indonesia masih diliputi rasa prihatin atas musibah bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat di wilayah Sumatera Utara, Sumatra Barat, Aceh, dan sekitarnya. 

Mereka masih terus berjuang dalam menghadapi bencana yang menimpa. 

Dan yang tak kalah penting, bahwa saudara-saudara yang berada di wilayah zona aman (tidak terdampak banjir) juga masih dan terus berjuang dalam memberikan kontribusi bantuan berupa beras, air bersih, pakaian, dan segala bentuk bantuan lainnya.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Allah ﷻ tidak mungkin menimpakan suatu bencana kepada manusia melainkan ada alasan dan tujuan baik yang diinginkan oleh Allah ﷻ. 

Sebagaimana mustahilnya seorang anak yang diberikan pembelajaran oleh orang tuanya tanpa ada tujuan baik yang diinginkan oleh sang ayah atau ibu. 

Maka demikianlah kehidupan, tanpa adanya masalah dan ujian, maka hidup tidak akan tumbuh dan berkembang secara dinamis.

Pada kesempatan berbahagia ini khatib akan menyampaikan setidaknya tiga hikmah atau pelajaran penting dari bencana-bencana yang sedang menimpa saudara-saudara kita.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Hikmah pertama, adalah peringatan dari Allah ﷻ agar seorang hamba terus berupaya menjadi lebih baik.

Musibah yang terjadi bukan serta-merta menjadi tanda kebencian Allah ﷻ kepada hamba-Nya.

Namun, ia bisa menjadi peringatan sekaligus pelajaran bagi manusia agar lebih bertanggung jawab dalam mengelola amanah bumi yang Allah titipkan.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai tempat—seperti penebangan hutan secara liar dan pengabaian keseimbangan alam—sering kali memperparah dampak bencana yang seharusnya bisa diminimalkan.

Bisa kita lihat dari berita-berita yang tersebar di sosial media yang menunjukkan betapa buruknya efek dari perilaku-perilaku yang telah diperbuat oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab itu. 

Ketika banjir melanda, berbagai macam ukuran potongan-potongan kayu terbawa oleh aliran air yang begitu deras, yang awalnya bermula dari hutan hingga keluar ke wilayah perkampungan warga. 

Maka semoga ini menjadi peringatan agar kita bertanggung jawab, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga lingkungan yang kita tinggali. 

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Allah ﷻ telah mengingatkan manusia melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Ar-Ruum: 41,

ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat ini setidaknya menjadi peringatan agar kita semua segera mengintrospeksi diri dan kembali kepada Allah ﷻ di kala musibah atau bencana hadir menyapa. 

Kata “kembali” dalam ayat tersebut berarti segera mengingat Allah ﷻ, beribadah kepada Allah ﷻ, mengerjakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ,  serta meninggalkan apa-apa yang menjadi larangan Allah ﷻ. 

Tak kalah penting, adalah mengoreksi tindak perbuatan kita yang mungkin turut memperparah kerusakan alam. 

Maka ketika ada bencana musibah yang menimpa, jangan sampai sekali-kali kita menuduh bahwa Allah ﷻ membenci diri kita. 

Sebab, boleh jadi bencana-bencana yang Allah ﷻ berikan menjadi pengingat bahwa ternyata diri kita telah jauh dari Allah ﷻ, ibadah yang kita kerjakan masih kalah banyaknya dengan maksiat yang kita kerjakan.

Juga menjadi pengingat bahwa seharusnya kita lebih perhatian terhadap penjagaan lingkungan yang ada di sekitar, menjaga kelestarian tumbuhan dan hewan-hewan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Hikmah kedua, adalah menguji keimanan seorang hamba.

Sebagaimana halnya dengan anak sekolah, setiap kali ingin naik ke kelas atau jenjang selanjutnya, pasti akan melalui fase-fase ujian. 

Hal itu dilakukan tentu tentu dengan tujuan yang baik bagi seorang murid, serta untuk mengukur siapa murid yang benar-benar paham dan yang tidak paham selama mengikuti pembelajaran di kelas. 

Begitu pula dengan musibah yang menimpa manusia, ia salah satunya menjadi sarana untuk menguji dan mengukur keimanan seorang hamba.

Ketika Allah ﷻ menurunkan ujian-Nya kepada seorang hamba kemudian keimanannya kepada Allah ﷻ makin kuat dan bertambah maka ia adalah hamba Allah ﷻ yang betul-betul beriman dan semoga termasuk dalam kategori hamba Allah ﷻ yang selamat di akhirat. 

Namun sebaliknya apabila ada seorang hamba yang diberikan ujian oleh Allah ﷻ justru membuat dirinya semakin jauh dari Allah ﷻ, malah menuduh Allah ﷻ dengan tuduhan yang sifatnya mencela, maka dia bisa masuk dalam kategori orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat sebab keimanannya kepada Allah ﷻ belum betul-betul kuat.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Salah satu firman Allah ﷻ yang menguatkan hal ini adalah surat Al-Ankabut: 2-3,

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ  وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (begitu saja) mengatakan ‘kami beriman’, sementara mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka Allah benar-benar mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang dusta.”

Secara sekilas ayat ini menyatakan bahwa Allah ﷻ akan menguji setiap hamba, apakah keimanannya betul-betul jujur atau tidak. 

Dalam ayat lain (surat Al-Baqarah: 155) Allah ﷻ berfirman, 

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ayat ini pula yang menjadi penegasan dari Allah ﷻ bahwa musibah ada salah satunya untuk menampakkan kesabaran dan keimanan seorang hamba.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Ketiga, bahwa setiap ujian kadarnya sesuai dengan kemampuan hamba. 

Allah ﷻ tidak mungkin menurunkan ujian-Nya kepada seorang hamba di luar batas kemampuan hamba tersebut. 

Karena Allah ﷻ Maha Tahu atas segala sesuatu, maka Allah ﷻ juga tahu bahwa ketika seorang hamba diberikan suatu cobaan atau ujian maka dia akan sanggup untuk menghadapinya. 

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an (surat Al-Baqarah: 286), 

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Dengan adanya potongan ayat ini setidaknya bisa menambah keyakinan kita bahwa Allah ﷻ tidak memberikan cobaan dan ujian-Nya kepada seorang hamba di luar dari batas kemampuan hamba tersebut.

Dan itu mustahil bagi Allah ﷻ karena Allah ﷻ sendiri yang telah berjanji dalam Al-Qur’an mengenai hal itu.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Demikian, tiga hikmah penting yang sebaiknya menjadi perhatian kita ketika menghadapi setiap ujian yang datang dari Allah ﷻ.

Bukan untuk menyalahkan pihak manapun, tetapi untuk menjadi introspeksi kepada diri sendiri. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Mari kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah ﷻ, agar Allah ﷻ mengampuni segala dosa-dosa kita, memasukkan kita ke dalam jannah-Nya serta menghindarkan kita dari panasnya api neraka.

‎إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ ، إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ فِيْ دَارِ الْمُقَامَةِ فَإِنَّ جَارَ الْبَادِيَةِ يَتَحَوَّلُ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ  وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

اَللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ وَ يا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُوَحِّدِيْنَ

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuurmahasantri
Previous Post

Menjarah Saat Musibah: Antara Darurat dan Dosa

Next Post

Apakah Pajak dalam Islam itu Mutlak Haram?

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu
Khutbah

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

by Satrio Kusumo
15/01/2026
Khutbah Jum'at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

by Satrio Kusumo
08/01/2026
Khutbah Jum'at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik
Khutbah

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

by Admin
25/12/2025
Next Post
Apakah Pajak dalam Islam itu Mutlak Haram?

Apakah Pajak dalam Islam itu Mutlak Haram?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist