Jumat, Januari 16, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Peran Orang Tua Terhadap Keluarga

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
25/12/2025
in Khutbah, Kolom Mahasantri
0
Khutbah Jum'at: Peran Orang Tua Terhadap Keluarga

Photo by Winarto Sonata

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

Khutbah Jum’at: Peran Orang Tua Terhadap Keluarga
Penulis: Muhaimin M (Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُلَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن 

فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini. 

Khutbah Pertama

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Puja dan puji syukur senantiasa terhaturkan kepada Allah ﷻ atas limpahan nikmat-Nya kepada kita semua. 

Semoga dengan kita senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ, hidup akan dipenuhi dengan berkah, langkah-langkah akan terbimbing oleh hidayah, hingga nanti meninggal dalam kondisi husnul khatimah.

Shalawat beriring salam, semoga selalu Allah ﷻ curah limpahkan kepada Nabi Agung, Nabi Muhammad ﷺ. 

Kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, para tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan umat Islam yang senantiasa istiqamah menjalankan sunah-sunah beliau hingga hari kiamat nanti.

Berikutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan jamaah sekalian, agar senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ kapanpun dan dalam kondisi apapun. 

Sebab takwa adalah sebaik-baik bekal seorang hamba ketika di dunia. 

Allah ﷻ berjanji bahwa orang-orang bertakwa akan diberi jalan keluar dari setiap kesulitan, diberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan disediakan surga seluas langit dan bumi.     

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Belakangan ini, kita sering sekali digemparkan dengan berbagai berita-berita tentang perilaku yang kurang baik. 

Mulai dari kabar tentang anak sekolah yang saling melakukan bullying satu sama lain, seorang murid yang melawan gurunya hingga berkelahi dengannya, seorang anak yang menelantarkan orang tuanya, bahkan lebih parahnya lagi ada seorang anak yang membunuh ibu kandungnya sendiri hanya dengan alasan yang sangat remeh, yaitu tidak dipenuhinya keinginan si anak. 

Lantas, mengapa ini semua bisa terjadi? 

Tentu banyak faktor yang bisa menjadi penyebab atas hal tersebut. 

Hanya saja, salah satu penyebab terpenting dari kasus-kasus seperti ini adalah peran orang tua dalam memberikan didikan yang baik kepada anak-anaknya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan penuh berkah ini, khatib berupaya untuk mengingatkan diri khatib peribadi dan seluruh jamaah tentang pentingnya peran orang tua terhadap keluarga.

Karena orang tua adalah pemimpin, sekaligus contoh awal bagi setiap anak, istri dan keluarganya. 

Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Dari penggalan hadits ini kita bisa mengetahui bahwa peran orang tua terhadap anak-anaknya sangatlah penting.

Orang tua tidak hanya mengambil peran dalam memberikan nafkah (sandang, pangan dan papan), tetapi juga senantiasa membimbingnya menuju jalan ketaatan pada Allah ﷻ dan tidak bermaksiat pada-Nya. 

Ayah sebagai pemimpin dalam rumah tangga wajib mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan keteladanan.

Sedangkan ibu, sebagai madrasah awal bagi anak-anaknya berperan menanamkan nila-nilai iman sejak dini. 

Sehingga dengan adanya kerjasama antara keduanya, keluarga akan tumbuh menjadi tempat yang penuh keberkahan, sakinah, mawaddah, dan rahmah. 

Allah ﷻ berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارً

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Dari penggalan ayat ini setidaknya ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan yaitu:

1.  Seruan Allah ﷻ kepada orang-orang yang beriman.

Allah ﷻ memulai ayat ini dengan huruf nida’ (panggilan) “ya ayyuhalladzina amanu”  yang artinya “wahai orang-orang yang beriman”. 

Ketika seseorang betul-betul sudah  mengakui keesaan Allah ﷻ berarti dia termasuk dalam panggilan Allah ﷻ ini, dan wajib baginya untuk melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ dalam ayat ini. 

Ayat ini juga menunjukkan bahwa perintah di dalamnya adalah perintah yang sangat penting, karena menunjukkan kekhususan bagi orang-orang yang beriman yang senantiasa menjaga keimanannya, sehingga ketika ditinggalkan maka ada kerugian yang akan dirasakan. 

Dari sini, setidaknya sudah sedikit tergambar bagi kita tentang pentingnya peran orang tua terhadap keluarga.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Allah ﷻ di dalam ayat tersebut menggunakan kata panggilan untuk orang-orang beriman, yang salah satu maksudnya adalah untuk membangkitkan perhatian dan ketaatan kepada Allah ﷻ. 

Sebab, salah seorang sahabat sekaligus ulama tafsir, yaitu Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir pernah mengatakan

إِذَا سَمِعْتَ اللهَ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا فَأَرْعِهَا سَمْعَكَ، فَإِنَّهُ خَيْرٌ تُؤْمَرُ بِهِ أَوْ شَرٌّ تُنْهَى عَنْهُ

“Jika engkau mendengar Allah berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman’, maka pasanglah telingamu baik-baik, karena itu pasti berupa kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang dilarang.” 

Jadi, seruan ini merupakan seruan yang khusus bagi orang-orang beriman agar tidak menganggapnya sesuatu yang remeh. 

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

Sama-sama kita ketahui bahwa ini adalah perintah Allah ﷻ dan merupakan suatu bentuk kewajiban yang harus dikerjakan. 

Sehingga tidak ada bedanya antara perintah ini, yaitu “menjaga diri dan keluarga dari api neraka” dengan perintah Allah ﷻ untuk melaksanakan shalat, puasa, dan zakat. 

Maka, semestinya semangat orang tua dalam menjaga (mendidik) anak, istri dan keluarganya sama hal nya semangat dia dalam melaksanakan shalat lima waktu, puasa di siang hari pada bulan Ramadhan dan berbagai kewajiban agama lainnya (semangat melaksanakan kewajiban). 

Ayat ini juga menegaskan bahwa orang-orang beriman sejatinya tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjaga anak, istri dan semua keluarganya. 

Kalaupun orang tua abai terhadap perintah Allah ﷻ ini, maka itu menandakan imannya pada Allah ﷻ belum betul-betul sempurna. 

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’at rahimakumullah.

2. Kewajiban menjaga (mendidik) keluarga agar taat pada Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha:132)

Sebagian ulama tafsir seperti al-Baghawi, al-Qurthubi dan Ibnu katsir menafsirkan ayat tersebut sebagai perintah agar orang tua mendidik anak, istri, keluarga dan yang menjadi tanggung jawabnya untuk melaksanakan serta menjaga shalat lima waktu.

Sekaligus juga berusaha senantiasa bersabar selama dalam mendidiknya. Karena iman itu bisa naik dan bisa juga turun, sehingga istiqamah di atas ketaatan pada-Nya termasuk dari amalan yang tidak semua orang bisa melaziminya.

Maka apabila ada orang tua yang mendidik anak, istri dan keluarganya, jangan sampai ada bisikan setan yang menggiring dia menjadi bosan ataupun malas untuk memberikan didikan yang baik kepada anak-anaknya. 

Walaupun hal itu terjadi, maka selayaknya segera istighfar dan mengingat bahwa betapa penting peran orang tua dalam mendidik keluarga.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Satu contoh dari poin yang kedua ini adalah hadits Nabi ﷺ ketika menasihati (mendidik) Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ’anhu.

Hadits ini mengingatkan kita terkait perlunya mengajarkan akhlak mulia dan mengarahkan anak pada kebaikan.

Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ’anhu bercerita bahwa ketika dirinya masih dalam asuhan Rasulullah ﷺ, tangannya biasa menjelajahi semua bagian nampan (saat makan bersama), maka Rasulullah ﷺ menasihatinya dan bersabda, 

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيك

“Nak, bacalah bismillah, lalu makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.” (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Setelah mendapat nasihat dari Rasulullah ﷺ tersebut, Umar bin Abi Salamah berkata, “Maka demikianlah cara makanku seterusnya.”

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah.

3. Memperbaiki diri, baru kemudian mendidik keluarga.

Pelajaran yang tidak kalah penting dari ayat di atas adalah kelayakan diri orang tua, apakah sudah layak menjadi pemimpin keluarga yang mencontohkan kebiasaan baik, atau malah sebaliknya.

Maka selayaknya yang perlu diperbaiki terlebih dahulu adalah kepribadian orang tua.

Jika akhlak, adab dan kebiasaan-kebiasaan orang tua saja tidak mencontohkan kebaikan pada keluarganya, tentu akan sangat kecil kemungkinan keluarga yang dipimpin dapat merealisasikan akhlak, adab, dan kebiasaan yang baik.

Tidak adanya contoh baik yang dapat dijadikan sebagai teladan, akan berdampak pada keluarga yang kehilangan kendali sehingga terjerumus pada kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik.

Dalam hal ini ada sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa

اَلْمَرْءُ بِمَنْ اقْتَدَىٰ بِهِ

“Seseorang itu (keadaannya) tergantung siapa yang ia jadikan teladan.” 

Maka ketika orang tua menginginkan kebaikan ada pada anak-anak, istri, dan keluarganya, seharusnya orang tua lah yang terlebih dahulu menjadi baik, baru kemudian anak keturunannya akan mengikuti kebaikan-kebaikan yang dicontohkan.

Ma’asyiral muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah.

Demikian, tiga hal yang sebaiknya menjadi perhatian kita dalam proses pendidikan diri, anak, dan keluarga. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Mari kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah ﷻ,

‎إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يَأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuur
Previous Post

Khutbah Jum’at: Dengan Cinta Nabi, Tetap Bersyukur Saat Tersungkur

Next Post

Gerakan Ingkar Sunnah Yang Mengancam Sunah

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu
Khutbah

Khutbah Jum’at: Berpindah Waktu, Waspada Selalu

by Satrio Kusumo
15/01/2026
Khutbah Jum'at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

by Satrio Kusumo
08/01/2026
Khutbah Jum'at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik
Khutbah

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Next Post
Gerakan Ingkar Sunnah Yang Mengancam Sunah

Gerakan Ingkar Sunnah Yang Mengancam Sunah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist