Selasa, Januari 13, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hal Yang Bisa Merusak Islam

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
25/12/2025
in Khutbah, Kolom Mahasantri
0
Khutbah Jum’at: Tiga Hal Yang Bisa Merusak Islam

Photo by PNW Production

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

Khutbah Jum’at: Tiga Hal Yang Bisa Merusak Islam
Penulis Muhammad Romadhoni
(Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقٌوْنَ، فَقَالَ الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

وَقَالَ النَّبِيُّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

أَمَّا بَعْدُ

Download PDF di sini.

Khutbah Pertama

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Puja dan puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah ﷻ yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat-Nya kepada kita. Dengan nikmat yang Allah berikan, kita masih dapat melaksanakan kewajiban kita, yaitu shalat Jumat secara berjamaah.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Khatib berwasiat kepada diri pribadi dan seluruh jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Islam adalah agama yang mulia, agama yang agung. Kita sebagai pemeluknya, meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah ﷻ, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 19)

Maka sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah ﷻ dengan nikmat yang sangat besar ini, yaitu nikmat dapat memeluk din yang mulia.

Namun demikian, setelah memeluk agama yang agung ini, ada kewajiban besar yang harus dijaga bersama. Kewajiban yang akan bisa mengangkat derajat kita di sisi Allah ﷻ. Yakni kewajiban untuk إقامة الدين atau menegakkan agama. 

Menegakkan agama tentu tidak hanya bermakna membesarkan agama Islam, tetapi juga menjaganya dari kerusakan. Oleh karena itu, kita harus mengetahui hal-hal yang bisa merusak Islam sebagai bagian dari upaya menegakkan agama.

Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana dikutip dalam Jami‘ Bayan al-‘Ilm wa Fadhlih karya Ibnu ‘Abdil Barr (w. 463 H), juz 2 hlm. 112 pernah berwasiat

ثَلَاثٌ يُهْدِمْنَ الدِّينَ: زَلَّةُ الْعَالِمِ، وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْقُرْآنِ، وَأَئِمَّةٌ مُضِلُّونَ

“Tiga perkara yang dapat meruntuhkan (merusak) agama: tergelincirnya ulama, perdebatan orang munafik dengan Al-Qur’an, dan para pemimpin yang menyesatkan.”

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Hal pertama yang bisa merusak Islam yaitu

  1. زَلَّةُ الْعَالِمِ atau tergelincirnya seorang ulama.

Yaitu ketika seorang alim jatuh dalam kesalahan, namun tetap diikuti oleh orang-orang awam karena kedudukannya sebagai ulama. 

Saat disebutkan kata ulama maka biasanya akan terbayang dalam pikiran mereka yang banyak ilmunya, saleh, bahkan terbayang juga sorban dan jubah yang dikenakan. 

Sehingga akan timbul pertanyaan, “Mungkinkah ulama bisa tergelincir atau salah pendapatnya?”

Syekh Bakr bin Abdullah Abu Zaid menegaskan bahwa sesungguhnya

إِنَّ الْعَالِمَ لَا يُتَّبَعُ فِي زَلَّتِهِ

“Seorang alim tidak boleh diikuti dalam ketergelincirannya.”

Maka, kita harus berhati-hati. Ulama adalah pewaris Nabi, tetapi tidak maksum. Kesalahan mereka tidak boleh dijadikan dalil pembenaran.

Sehingga sebagaimana manusia pada umumnya, ulama pun ada yg baik dan tidak. Fenomena ini penting kita pahami karena banyak orang yang terjebak dalam fanatisme buta terhadap sosok tertentu.

Padahal, para ulama sejak dahulu selalu menekankan agar setiap pendapat ditimbang dengan dalil, bukan ditelan mentah hanya karena yang berbicara adalah seorang tokoh. 

Imam Malik pernah berkata, “Setiap orang bisa diambil dan ditolak perkataannya, kecuali penghuni kubur ini,” seraya menunjuk ke makam Rasulullah ﷺ.

Ini menunjukkan bahwa kemuliaan ulama tidak meniadakan kemungkinan adanya kesalahan, sehingga sikap seorang muslim adalah hormat dan takzim kepada ulama, namun tetap kritis dengan ilmu.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

  1. جِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْقُرْآنِ atau orang munafik yang memperdebatkan kebenaran dengan Al-Qur’an. 

Yaitu orang yang menjadikan ayat-ayat Allah ﷻ sebagai alat untuk menolak kebenaran, membenarkan kebatilan, atau membela kepentingan duniawi.

Mereka bisa jadi hafal Al-Qur’an, lahir dari pesantren, tetapi ayat-ayat Allah ﷻ dipakai bukan untuk membela Islam, melainkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, bahkan untuk menolong orang kafir. Na‘udzubillah.

Inilah tanda nyata dari penyakit nifaq yang sangat berbahaya. Mereka menjadikan kalam Allah ﷻ sebagai tameng untuk memperindah kebatilan.

Sejarah Islam mencatat bagaimana kaum Khawarij dahulu pandai melafalkan Al-Qur’an, tetapi pemahamannya menyimpang sehingga mengkafirkan kaum muslimin lainnya. 

Maka, sekadar pandai berbicara dengan dalil bukanlah jaminan kebenaran, sebab yang menentukan adalah keikhlasan niat dan kesesuaian dengan pemahaman yang lurus. 

Rasulullah ﷺ telah memperingatkan, “Ada orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi bacaan itu tidak melewati tenggorokannya.” Artinya, mereka hanya pandai secara lisan, namun tidak masuk ke dalam hati dan amal saleh.

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Pesan terakhir yang disampaikan Umar bin Khattab terkait hal yang bisa merusak Islam adalah

  1. حُكْمُ الْأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ atau berkuasanya para pemimpin yang menyesatkan.

Yakni pemimpin yang menuntun umat ke jalan yang salah, baik pemimpin negara, pejabat, maupun pemimpin keluarga.

Rasulullah ﷺ bersabda

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan hadis ini, kita memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya di kursi jabatan, tetapi mencakup ayah dalam rumah tangga, guru di kelas, atau tokoh masyarakat.

Semua kita adalah pemimpin di posisi masing-masing dan tentu berpotensi menuju pada kesesatan kecuali jika bertakwa.

Bahaya pemimpin yang menyesatkan bukan hanya karena kebijakan zalim yang ia buat, tetapi juga karena pengaruh teladan buruk yang ditiru oleh rakyatnya. Ketika seorang ayah tidak adil, anak-anak akan meniru. 

Ketika seorang guru menyeleweng, murid akan terbawa. Bahkan ketika seorang pejabat korup, masyarakat pun akan berpotensi terbawa rusak moralnya. 

Oleh sebab itu, doa agar diberi pemimpin yang saleh termasuk doa yang sangat ditekankan dalam Islam. Allah ﷻ memuji hamba-hamba-Nya yang berdoa,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Marilah kita akhiri khutbah pertama ini dengan memohon ampun kepada Allah ﷻ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ: اتَّقُوا اللَّهَ فَإِنَّ تَقْوَاهُ أَفْضَلُ مُكْتَسَبٍ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jum’at rahimakumullah.

Pada khutbah kedua ini, khatib berdoa semoga kita semua dijauhkan dari tiga perkara yang dapat merusak Islam:

 زَلَّةُ الْعَالِمِ – tergelincirnya ulama, جِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْقُرْآنِ – perdebatan munafik dengan memperalat Al-Qur’an, dan حُكْمُ الْأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ – kepemimpinan yang menyesatkan.

Semoga kita dijadikan Allah sebagai pengikut ulama yang berjalan di atas kebenaran, semoga hafalan ayat-ayat Al-Qur’an kita menjadi pegangan untuk menegakkan kebenaran, dan semoga kita menjadi pemimpin yang menuntun keluarga serta umat kepada kebaikan.

Mari kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah ﷻ

‎إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يَأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى ألِ إِبْرَاهِيْمَ ِفي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Related

Tags: Khutbah Jum'atma'had 'aly an-nuur
Previous Post

Amalan Penangkal Sihir

Next Post

Istihza’ bid Din (Memperolok-Olok Agama)

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Khutbah Jum'at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kebaikan Kecil Yang Bernilai Besar

by Satrio Kusumo
08/01/2026
Khutbah Jum'at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik
Khutbah

Khutbah Jum’at: Menuai Pahala Dengan Menjadi Tetangga Baik

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kepedulian terhadap Mereka yang Tertimpa Banjir di Sumatera Utara

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

by Admin
25/12/2025
Next Post
Istihza' bid Din (Memperolok-Olok Agama)

Istihza' bid Din (Memperolok-Olok Agama)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist