Jumat, April 17, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
14/03/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

Gua Tsur

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

Kultum Ramadhan #25: Dua Orang dalam Gua Tsur
Oleh Ammar Syarifuddin (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ. Di dalam surat At-Taubah ayat 40, Allah ﷻ berfirman;

إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

“…. ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita’.”

Siapakah dua orang yang disebut oleh Allah ﷻ di dalam ayat tersebut?

Dua orang tersebut adalah Rasulullah ﷺ dan shahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. 

Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa singgahnya Rasulullah ﷺ di Gua Tsur bersama Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu dalam rentetan perjalan hijrah beliau dari Makkah ke Madinah. 

Saat itu Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu memilih berjalan ke arah selatan, padahal jalan menuju Madinah adalah ke arah utara. 

Hal itu dilakukan untuk mengecoh kafir Quraisy yang sedang mencari-cari Beliau. Di tengah perjalanan, Beliau kemudian bersembunyi di dalam gua yang terletak di puncak Gunung Tsur. 

Beliau tinggal di sana selama tiga hari tiga malam, sambil memastikan kondisi teraman untuk melanjutkan perjalanan hijrahnya. 

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Suatu hari, para pencari jejak yang memandu orang-orang kafir Quraisy telah sampai di mulut Gua Tsur. 

Posisi mereka benar-benar sangat dekat dengan Rasulullah ﷺ  dan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu yang ada di dalam gua. Hingga Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu khawatir akan terlihat oleh mereka. 

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menuturkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu bahwa saat itu beliau berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Sekiranya salah seorang di antara mereka melihat ke bawah kedua kakinya, maka kita akan kelihatan.” 

Rasulullah ﷺ menjawab;

مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا

“Bagaimana menurutmu wahai Abu Bakar terhadap dua orang yang ketiganya adalah Allah.” (HR. Bukhari, 4663)

Dengan kalimat ini, Rasulullah ﷺ menenangkan Sahabat terbaiknya. 

Bahwa, Allah ﷻ akan membantu dan menolong hamba-Nya yang memasrahkan urusannya kepada Allah ﷻ setelah hamba tersebut berusaha dengan benar. 

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Salah satu pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah tersebut adalah, kita harus bertawakal kepada Allah ﷻ dalam segala hal.

Jika kita telah bertawakal kepada Allah ﷻ dengan benar, maka Allah ﷻ akan senantiasa bersama kita. 

Lihatlah pernyataan Rasulullah ﷺ kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dalam kondisi genting tersebut. 

Baik pernyataan Beliau ﷺ yang diabadikan oleh Allah ﷻ di dalam Al-Qur’an, yaitu ungkapan, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah ﷻ bersama kita.”

Maupun ungkapan Beliau ﷺ yang dituturkan oleh Abu Bakar, “Bagaimana menurutmu wahai Abu Bakar terhadap dua orang yang ketiganya adalah Allah ﷻ.” 

Dua pernyataan tersebut menunjukkan bahwa saat itu Rasulullah ﷺ telah bertawakal sepenuhnya kepada Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ telah memasrahkan semua urusannya kepada Allah ﷻ. 

Rasulullah ﷺ yakin betul bahwa Allah-lah yang menentukan segalanya. Dan pada akhirnya tawakal itu mendatangkan ketenangan untuk diri Beliau ﷺ dan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. 

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Tawakal yang benar akan membuahkan hasil yang luar biasa. 

Tawakal yang benar adalah kepasrahan kepada Allah ﷻ setelah melakukan usaha maksimal, dengan  meyakini bahwa Allah-lah yang menentukan segala sesuatu. 

Mari perhatikan usaha yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. 

Beliau ﷺ berusaha keras untuk menghilangkan jejak dari kejaran kafir Quraisy dengan memilih rute berlawanan dari jalan yang biasa dilalui.

Tak hanya itu, Beliau ﷺ juga bersembunyi beberapa hari memastikan waktu yang paling aman untuk melanjutkan perjalanan. 

Jama’ah yang dirahmati Allah ﷻ. 

Jika tawakal seorang hamba sudah benar, maka Allah ﷻ akan senantiasa membimbingnya.

Allah ﷻ akan mencukupi segala hajat dan kebutuhannya, Allah ﷻ akan menjaga dan melindunginya.

Allah ﷻ akan memberkahi hidupnya, dan Allah ﷻ akan senantiasa bersamanya. 

Allah ﷻ berfirman; 

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah ﷻ, maka Allah ﷻ akan mencukupinya.” (QS. At-Talaq: 3)

Rasulullah ﷺ bersabda;

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung yang pergi pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Kita harus banyak belajar, agar kita bisa bertawakal seperti Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Ketika Beliau ‘alaihissalam hendak dilemparkan ke dalam api yang berkobar, dengan tenang Beliau berkata, 

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.” (HR. Bukhari)

Kita harus banyak belajar, agar bisa bertawakal seperti Nabi Musa ‘alaihissalam ketika dikejar oleh Fir’aun dan bala tentaranya. 

Saat Nabi Musa ‘alaihissalam dihadapkan pada laut merah, di belakang Beliau Fir’aun dan tentaranya semakin mendekat. 

Seketika para pengikut Nabi Musa ‘alaihissalam berkata, “Wahai Musa, sungguh kita akan tersusul oleh Fir’aun dan bala tentaranya.” 

Dengan penuh keyakinan  Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab, “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku,” (QS. Asy-Syu’ara: 62)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Tawakal adalah perpaduan antara usaha yang maksimal dan penyerahan diri kepada Allah ﷻ. 

Tawakal merupakan pilar penting dalam kehidupan seorang mukmin, yang memberikan ketenangan hati, rezeki yang tak terduga, dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. 

Dengan bertawakal, seorang Muslim tidak hanya menjalani kehidupannya dengan penuh keyakinan kepada Allah ﷻ, tetapi juga memiliki landasan etika yang kuat dalam menghargai usaha dan menghadapi segala bentuk cobaan.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Macam Celupan di Akhirat 

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

by Satrio Kusumo
18/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

by Satrio Kusumo
17/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
15/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Celupan di Akhirat 
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Celupan di Akhirat 

by Satrio Kusumo
13/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist