Jumat, Februari 27, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kolom Mahasantri

Urgensi Tazkiyatun Nafs di Era Penuh Fitnah

Admin by Admin
09/06/2021
in Kolom Mahasantri, Tazkiyah
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Fenomena Zaman Penuh Fitnah

Tak bisa dipungkiri bahwa kehidupan hampir pasti selalu diwarnai dengan cobaan dan ujian yang datang dan pergi silih berganti. Terlebih detik ini, fitnah demi fitnah yang melanda umat manusia laksana gelombang lautan yang terus berganti. Mulai dari fitnah syahwat; harta, wanita, tahta, atau fitnah syubhat; fitnah keraguan yang menjadikan seorang muslim berada dalam kebingungan dalam menyikapi urusannya. Dia tidak mengetahui dengan jelas wajah kebenaran pada masalah yang menghadang dirinya.

Orang yang terkena fitnah ini mengalami dua kemungkinan, terbawa arus fitnah tersebut atau tetap tegar dalam menghadapinya. Orang yang terbawa arus fitnah adalah mereka yang senantiasa menghambakan keinginan hawa nafsunya dengan tidak menghiraukan rambu-rambu syariat yang telah Allah tetapkan.

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Sedangkan mereka yang tegar menghadapi arus fitnah, adalah mereka yang senantiasa berpegang teguh terhadap Al-Qur’an dan as-Sunnah dan menggunakan seluruh potensinya untuk ketaatan kepada Allah, karenanya ia bisa mensucikan dan membersihkan jiwanya dari sesuatu yang tercela dengan selalu bermuhasabah kepada Allah.

Ujian Bagi Mereka yang Teguh

Rasulullah ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا ‌كَقِطَعِ ‌اللَّيْلِ ‌الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bergegaslah kalian dalam beramal, karena fitnah-fitnah bagaikan potongan malam yang gelap-gulita, seseorang menjalani pada waktu pagi sebagai seorang mukmin, tetapi ketika memasuki waktu sorenya ia menjadi seorang kafir atau sebaliknya. Ia menjual agamanya dengan harta dari dunia.” (HR. Muslim, Shahih Muslim, hadist no. 186)

Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan dalam kitab Sunan at-Tirmidzi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ ‌كَالقَابِضِ ‌عَلَى ‌الجَمْرِ

“Akan datang suatu zaman pada manusia yang mereka sabar diatas agamanya seperti memegang bara api.” (hadist ini dishahihkan oleh al-Albani). Berpegang teguh terhadap identitas keislaman di zaman yang penuh fitnah ibarat memegang bara api, semakin ia pegang semakin terasa panasnya.

Muraqabatullah dan Tazkiyatun Nafs Sebagai Solusi

Muraqabatullah merupakan pengetahuan atau keyakinan seorang hamba bahwasannya Allah mengetahui atau mengawasi segala gerak-gerik yang dilakukan oleh seorang hamba baik secara dzahir maupun batin. Sehingga ketika seseorang sudah merasa diawasi oleh Allah  ia akan senantiasa menjaga perbuatan zhahirnya dengan melaksanakan segala perintah dari Allah . Begitupun dengan perbuatan batinnya, ia akan membersihkan segala kotoran yang ada didalamnya dan syahwatnya yang bertentangan dengan kehendak Allah. (Tahdzib Madarij as-Salikin, hal. 282)

Sifat merasa diawasi oleh Allah menjadikan jiwa seseorang terus takut kepada Allah  sehingga apapun fitnah yang melanda pada dirinya ia bisa tetap tegar tanpa mengikuti arus fitnah tersebut. Karena ia selalu merasa diawasi oleh Allah dan takut kepada-Nya yang kemudian ia menyibukan dirinya untuk beribadah kepada-Nya dan selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman:

إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS al-Anbiya’ : 90)

Tazkiyatun Nafs Sebuah Kebutuhan

Adapun tazkiyatun nafs yang dimaksud adalah upaya penyucian atau pembersihan jiwa dari nafsu atau sifat-sifat tercela.

Allah memerintahkan untuk selalu mensucikan jiwa dengan meninggalkan apa-apa yang diharamkan dan melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Dan Allah menjamin keberuntungan terhadap orang yang sering mensucikan jiwanya. Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sesungguhnya beruntunglah bagi orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah bagi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-syams : 9-10).

Sufyan bin Uyainah, Qatadah, dan selain keduanya mengatakan, “Beruntunglah bagi orang yang mensucikan jiwanya dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah dan amalan yang baik.” (Fashlun fi Tazkiyah an-Nafs, hal. 12)

Jiwa yang bersih akan melahirkan perilaku yang bersih pula, karena yang menentukan perbuatan baik atau buruk itu adalah jiwa. Maka mensucikan jiwa merupakan salah satu upaya untuk menghindari dari banyaknya fitnah yang ada. Karena orang yang sering mensucikan jiwanya, ketika ia melakukan suatu dosa ia akan langsung memperbaikinya dengan melakukan amalan shaleh. Jiwanya tidak akan tergoyahkan dengan fitnah apapun karena jiwanya terus cenderung kepada kebaikan dan ketakwaan.

Seseorang yang hidup di zaman fitnah sementara dia komitmen dengan identitas keislamannya, akan berat terasa, bagai menggengam bara api. Cara agar bisa selamat dari fitnah dan ujian keimanan yang datang silih berganti adalah dengan melakukan muraqabatullah, berupaya untuk selalu dekat dengan Allah dengan melakukan ibadah wajib secara maksimal atau ditambah dengan amalan-amalan sunnah, dan melakukan tazkiyatun nafs, selalu berupaya membersihkan jiwanya dari nafsu atau sifat-sifat tercela. Dengan itu ia akan tetap tegar diatas kebenaran, tidak terjerumus kepada kesesatan dan kehinaan. Wallahu a’lam. [Megy S.]

Related

Tags: FitnahhatiIbadahMuraqabahSuciSufiTazkiyatun Nafs
Previous Post

Hukum Menyegerakan Zakat di Masa Pandemi | Publikasi Tim Ulin Nuha

Next Post

Keutamaan Membiayai Santri

Admin

Admin

Related Posts

Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

by Admin
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Keutamaan dan Keajaiban Istighfar
Kolom Mahasantri

Keutamaan dan Keajaiban Istighfar

by Satrio Kusumo
29/09/2025
Khutbah Jum'at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Next Post
Keutamaan Membiayai Santri

Keutamaan Membiayai Santri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist