Kamis, April 30, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Tsaqafah

Minum Kopi, Tradisi Islam dan Abad Pencerahan Eropa

Admin by Admin
19/09/2020
in Tsaqafah
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Bagaimana Hukum Merayakan Hari Kemerdekaan?

Menjaga Akal di Bawah Bimbingan Wahyu

Hikmah dari Turunnya Hasan bin Ali dari Kursi Kepemimpinan


Kopi tidak berbicara, peminumnyalah yang berbicara melalui kopi. Kopi hanya monumen. Para penggandrungnya yang bisa berbicara mengenai filosofi dirinya. Kopi juga hanya minuman pahit berkafein jika peminumnya menganggap sebatas itu.
Tapi kopi bisa jadi monumen historis jika kita bersedia menyibak sejarah yang menyebabkannya hadir di panggung sejarah. Bagaimana manusia menyapa kopi, itulah yang menjadikan kopi memiliki berbagai narasi.
Kita mungkin jarang atau bahkan tidak pernah terfikir  bahwa tradisi minum kopi adalah tradisi umat yang sudah eksis sejak abad ke-15. Tradisi ini bagi sebagian kita mungkin terlihat sepele, tapi ternyata memiliki pengaruh besar pada abad kebangkitan Eropa (renaissance).
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Perlu kita ketahui, kata kopi sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab; qahwah atau quwwah yang berarti kekuatan, kemudian diadaptasikan ke dalam bahasa Turki menjadi kahveh karena Turki merupakan pusat kekhilafahan Islam pada saat itu. Setelah itu, masuk ke daratan Eropa menjadi coffee.
Kopi mulai populer sebagai minuman baru pada abad ke-14 di Yaman. Orang Yaman memanggang kemudian merebusnya untuk menghasilkan minuman yang kaya akan kafein, sebuah stimulan bagi tubuh untuk menghasilkan energi dan berfikir lebih jernih.
Sejak saat itu, kopi tersebar luas di seluruh penjuru negeri-negeri Islam. Kedai kopi menjadi tempat tongkrongan, bersosialisasi, dan lambat laun menjadi salah satu tempat favorit untuk berdiskusi.
Kedai kopi pertama kali muncul di Istanbul Turki pada tahun 1334 M. Sedangkan masyarakat Eropa pada saat itu baru mengenal alkohol sebagai minuman selain air putih. Itulah sebabnya mereka sering teler, tidak bisa berpikir, dan terbelakang.
Kopi masuk ke daratan Eropa baru pada abad ke-16. Awalnya mendapatkan penolakan bahkan menganggap kopi sebagai ‘minuman setan’ karena berasal dari dunia Islam.
Namun lambat laun, kopi mendapatkan hati di masyarakat Eropa terutama di Prancis. Bahkan di kemudian hari, kedai kopi dianggap sebagai pusat pencerahan oleh masyarakat Eropa.
Di kedai kopi, mereka bisa ngobrol dan berdiskusi berbagai permasalahan termasuk masalah politik dan filsafat. Terbukti bahwa para filosof Pencerahan Prancis seperti Diderot, Voltaire, Roussesau adalah pelanggan tetap di kedai kopi Paris.
Kalau saja bukan karena kopi yang berasal dari negeri-negeri Muslim, Eropa mungkin saja tidak pernah mengalami pencerahan, karena para filosof tidak akan pernah saling bertemu untuk mendiskusikan ide-ide, atau memiliki kejernihan mental untuk dapat berfikir filosofis. Wallahu a’lam. [Abdurrahman Mardafi].
Sumber: Lost Islamic History & Wikipedia
Baca Juga: Pertanggung Jawaban Tindak Pidana Orang Gila dalam Perspektif Hukum Islam

Related

Tags: EtiophiaKopiperadaban islamTradisi IslamTurki UtsmaniYaman
Previous Post

Khutbah Jum’at: Pesan Kehidupan dari Malaikat Jibril

Next Post

Wali Nikah tidak Shalat, Sahkah Status Pernikahannya?

Admin

Admin

Related Posts

Perayaan Hari Nasional Kemerdekaan dan Hormat Bendera
Fiqih

Bagaimana Hukum Merayakan Hari Kemerdekaan?

by Admin
29/08/2025
Menjaga Akal di Bawah Bimbingan Wahyu
Tsaqafah

Menjaga Akal di Bawah Bimbingan Wahyu

by Admin
09/08/2025
Hikmah dari Turunnya Hasan bin Ali dari Kursi Kepemimpinan
Kolom Mahasantri

Hikmah dari Turunnya Hasan bin Ali dari Kursi Kepemimpinan

by Admin
19/05/2025
Transformasi Kepemimpinan Pesantren; Sebuah Tantangan
Tsaqafah

Transformasi Kepemimpinan Pesantren; Sebuah Tantangan

by Satrio Kusumo
28/12/2024
Sultan Muhammad Al-Fatih; Pemuda Tangguh, Beriman Teguh
Tsaqafah

Sultan Muhammad Al-Fatih; Pemuda Tangguh, Beriman Teguh

by Satrio Kusumo
10/12/2024
Next Post

Wali Nikah tidak Shalat, Sahkah Status Pernikahannya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist