Senin, Februari 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Kolom Mahasantri

Menjadi Guru Berdedikasi

Admin by Admin
27/06/2025
in Kolom Mahasantri
1
Menjadi Guru Berdedikasi

Photo by Pixabay

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

Menjadi Guru Berdedikasi
Oleh: Muhammad Dzulfikar Fadhil (Mahasantri Ma’had Aly An-Nuur)

Guru adalah profesi mulia. Mereka mengajar, mendidik, dan mencerdaskan anak bangsa. Suatu negara akan mengalami kemajuan apabila sistem pendidikannya baik dan pendidikan itu akan semakin baik dengan guru-guru yang kompeten dalam mengajar.

Sangat memprihatinkan keadaan suatu negara ketika seorang guru yang tugasnya adalah mengajar dan mendidik justru menjadi sebab terbukanya pintu-pintu kebodohan. Baru-baru ini, dunia maya sedang digegerkan dengan berita yang tidak senonoh dan tidak patut dilakukan oleh seorang guru, padahal guru adalah pendidik yang bertanggung jawab atas pendidikan murid-muridnya.

Ketika seorang guru sudah kehilangan jati dirinya, maka dampak yang terjadi adalah kurangnya etika, budi pekerti, dan akhlak yang baik terhadap anak-anak didiknya. Bagaimana bisa seorang murid terdidik dari guru yang tidak bertanggung jawab?

Dalam Islam, hakikat seorang guru bukan hanya sekedar mengajarkan suatu ilmu, tetapi juga dituntut untuk menjadi teladan dan sosok yang harus diikuti dalam kepribadiannya, keilmuannya, dan bahkan aktivitasnya. Maka seorang guru harus memiliki kepribadian yang baik, akhlak yang baik, dan memiliki berbagai aktivitas yang pantas untuk dicontoh oleh anak-anak didik.

Sejarah telah membuktikan adanya peradaban yang maju beriringan dengan majunya pendidikan Islam. Dimulai dari zaman Nabi Muhammad ﷺ seorang nabi sekaligus guru terbaik sepanjang zaman, kemudian dilanjutkan oleh zaman Khulafa’ ar-Rosyidun, pendidikan Islam terus berkembang hingga puncaknya pada era Khilafah ‘Abbasiyah yang membangun perpustakaan terbesar di dunia bernama Baitul Hikmah.

Berhasilnya suatu pendidikan adalah bukti adanya guru yang teladan, mereka menjadi contoh terbaik dalam setiap aktivitas, mereka mengamalkan akhlak yang baik, disiplin dalam mengajarkan ilmu, membentuk karakter dan kepribadian islami kepada para murid.

Tentulah para guru-guru hebat itu tidak melakukan sesuatu kecuali didasari oleh syari’at Islam, mereka mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiyah sehingga mereka mampu untuk menjadi guru-guru terbaik.

Sumber utama teladan terbaik dari seorang guru tentu adalah Rasulullah ﷺ beliau mendidik para sahabat dengan pendidikan Al-Qur’an, menanamkan benih-benih Islam dengan Sunnah Nabawiyah sehingga mereka menjadi lulusan terbaik madrasah islamiyah yang dibangun atas dasar iman dan takwa.

Berikut beberapa contoh teladan dari Rasulullah ﷺ di dalam mendidik para murid-muridnya sebagai acuan agar para pendidik bisa menjadi guru berdedikasi.

  1.  Menegur seseorang dengan santun.

Suatu ketika ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu ia berkata, ‘Sungguh aku akan memperlambat diri saat mendatangi shalat Subuh karena si fulan biasa memanjangkan bacaannya saat mengimami kami.

Abu Mas’ud menuturkan, “Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ marah dalam memberi nasehat melebihi kemarahan beliau saat itu”.

Beliau bersabda “Wahai manusia, sungguh di antara kalian ada orang yang membuat orang lain lari (dari ibadah), oleh karena itu siapapun di antara kalian yang mengimami hendaknya mempersingkat sholatnya, karena di belakangnya ada orang tua, orang yang memiliki kebutuhan, dan orang yang lemah.” HR. Bukhari (7159)

Titik poin yang bisa diambil dari kisah di atas adalah cara Rasulullah ﷺ dalam menegur orang yang melakukan kesalahan dengan santun. Beliau tidak langsung menunjuk orang yang bersalah, akan tetapi beliau menggunakan kalimat yang lebih umum (يأيها الناس) atau wahai manusia.

Beliau tidak ingin menyakiti hati orang yang melakukan kesalahan, sehingga menggunakan kalimat yang lebih umum untuk menasihati dengan santun sekaligus menjadi pelajaran bagi yang mendengarkannya (yang tidak melakukan kesalahan).

Guru yang bijak dan berdedikasi apabila mendapati kesalahan muridnya adalah menegur dengan cara yang santun, tidak menegur di depan teman-temanya, dan teguran tersebut hendaknya mengandung bobot nilai yang bisa dipahami oleh murid-murid selainnya.

  1. Memotivasi untuk melakukan amal kebaikan.

Ada sejumlah orang dari sahabat Nabi ﷺ mengadu kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, orang-orang yang berharta telah mendapatkan pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka bisa bersedekah dengan harta yang mereka miliki.”

Beliau menjawab, “Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu yang kalian bisa bersedekah dengannya? Sesungguhnya setiap tasbih, takbir, tahmid, tahlil adalah sedekah, melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah sedekah, dan bersetubuh dengan istri juga sedekah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah benarkah jika salah seorang di antara kami  menyalurkan syahwatnya (kepada istrinya) mendapatkan pahala?”, kemudian beliau menjawab dengan mengkiaskan apabila hal tersebut dilakukan untuk suatu yang haram. HR. Muslim (1006)

Kisah ini menunjukkan betapa semangatnya para sahabat untuk beramal kebaikan. Mereka senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Nabi ﷺ pun tentu sangat memahami para sahabatnya, alih-alih beliau memberikan nasihat yang melemahkan semangat mereka, justru Nabi ﷺ memotivasi para sahabat tersebut untuk beramal sebisa yang mereka lakukan.

Beliau memberikan semangat kepada para sahabat tersebut untuk melakukan sedekah meskipun mereka tidak diberikan kecukupan harta, sehingga mereka semakin semangat dalam beramal kebaikan.

Demikianlah seorang guru, harus senantiasa memotivasi muridnya untuk melakukan kebaikan, menunjukkan kepada mereka betapa pentingnya berbuat baik, dan hal tersebut akan mudah dilakukan apabila Sang Guru juga  memiliki kepribadian suka melakukan kebaikan.

  1. Bersikap lembut kepada siapapun.

Banyak sekali kisah yang menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ kepada siapa saja yang beliau temui. Salah satu kisah tersebut datang dari Anas bin Malik pembantu Rasulullah ﷺ.

Anas bin Malik menuturkan, “Aku melayani Rasulullah selama 10 tahun dan aku tidak pernah mendengarkan keluhan beliau atas apa yang aku kerjakan, beliau tidak pernah berkata kepadaku, “kenapa engkau melakukan ini?” atau berkata “apakah yang membuatmu  mengerjakan ini?”. HR. Muslim (2039)

Poin yang dapat diambil adalah kelembutan yang  dimiliki oleh setiap guru terhadap muridnya akan membekas di dalam hati mereka. Inilah Rasulullah ﷺ, sikap beliau sangat lembut bahkan kepada pelayan beliau. Hal tersebut mengajarkan kepada setiap guru untuk bersikap lembut kepada siapapun, tidak membeda-bedakan antara murid satu dan murid lainnya.

Sehingga murid akan mencontoh sikap tersebut dan akan memahami setiap apa yang dikatakan oleh guru karena adanya rasa nyaman yang ditimbulkan dari sikap lembutnya seorang guru.

Demikian beberapa contoh budi pekerti dari guru terbaik sepanjang zaman, yaitu Rasulullah ﷺ. Hendaknya setiap guru mencontoh cara Rasulullah ﷺ dalam mengajar, mendidik, dan memberikan keteladanan kepada setiap murid, sehingga pendidikan itu akan melahirkan generasi terbaik di dalam berperilaku dan berakhlak mulia.

Harapan terbaik untuk para guru adalah memahami hadits Nabi ﷺ, “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dari niatnya”. Sebab dengan niat ikhlas dari seorang guru dalam mendidik murid akan mendorong untuk melakukan hal terbaik.

Ia akan menjaga diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dikerjakan, ketakwaan guru kepada Allah ﷻ akan berdampak positif untuk para muridnya, dan sungguh pendidikan akan maju dengan guru-guru hebat berdedikasi yang berlandaskan pada iman dan takwa.             

Related

Tags: ma'had 'aly an-nuurmahasantri
Previous Post

Khutbah Jum’at: Bersama Keluarga, Menggapai Surga

Next Post

Menuai Hikmah dari Kaum Muhajirin dan Anshar

Admin

Admin

Related Posts

Khutbah Jum'at: Hikmah Di Balik Musibah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Tiga Hikmah Di Balik Musibah

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah
Khutbah

Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah

by Admin
25/12/2025
Khutbah Jum'at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kenapa Kita Harus Memanjatkan Doa?

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Keutamaan dan Keajaiban Istighfar
Kolom Mahasantri

Keutamaan dan Keajaiban Istighfar

by Satrio Kusumo
29/09/2025
Khutbah Jum'at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan
Khutbah

Khutbah Jum’at: Kala Doa Tak Kunjung Dikabulkan

by Satrio Kusumo
25/12/2025
Next Post
Menuai Hikmah dari Kaum Muhajirin dan Anshar

Menuai Hikmah dari Kaum Muhajirin dan Anshar

Comments 1

  1. Ping-balik: Khutbah Jum’at: Membuka Pintu Rezeki Melalui Ibadah – Ma'had 'Aly An-Nuur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist