Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Amal Ringan yang Menghantarkan ke Surga

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
20/02/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Amal Ringan yang Menghantarkan ke Surga

Foto oleh Pixabay

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

Kultum Ramadhan #2: Dua Amal Ringan yang Menghantarkan ke Surga
Oleh Satrio Kusumo

Salah satu harapan terbesar setiap muslim adalah mendapatkan karunia surga dari Allah ﷻ. Sebab itulah puncak kenikmatan yang tiada tara, kekal abadi, tempat terbaik bagi siapapun yang dikehendaki oleh-Nya.

Tiada seorang pun dari kita yang telah mengerjakan beragam amal kebaikan kemudian mengatakan, “Sesungguhnya aku tidak butuh surga dan tidak mengharapkannya.”

Namun demikian, pada banyak kesempatan kita sering merasa bahwa keinginan kita tidak sebanding dengan amal yang telah dilakukan. Ada perasaan bahwa surga hanya bisa diraih dengan amalan yang luar biasa beratnya.

Seperti ketika melihat barang yang luar biasa bagus dan mewah, maka seketika benak kita akan menilai bahwa untuk mendapatkannya perlu harga yang sangat mahal.

Pertanyaannya, apakah amalan untuk mendapat karunia dari Allah itu haruslah sesuatu yang berat dan tidak mudah?

Hadirin yang dirahmati Allah ﷻ, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah ﷺ pernah mengajarkan kepada para Sahabat dan umatnya bahwa jalan menuju surga itu tidak selalu harus dengan amal yang spektakuler.

Beliau bersabda,

خصْلتَانِ مَنْ حافَظَ عليهِمَا دخَلَ الجنَّةَ

“Ada dua perkara yang siapapun menjaganya maka ia akan masuk surga. 

همَا يسِيرٌ ، ومَنْ يعملُ بهما قليلٌ

Keduanya ringan, namun sedikit yang mengamalkannya. 

من سبَّحَ اللهَ في دُبِرِ كلِّ صلاةٍ عشرًا ، وكَبَّرَ اللهَ عشرًا ، وحَمِدَ اللهَ عشرًا ، فذلكَ خمسونَ ومئةٌ باللسانِ ، وألفٌ وخمسمئةٍ في الميزانِ

Barang siapa bertasbih (subhanallah) kepada Allah setiap selesai shalat sepuluh kali, bertakbir (allahu akbar) sepuluh kali, dan bertahmid (alhamdulillah) sepuluh kali, maka itu berjumlah seratus lima puluh di lisan, dan seribu lima ratus dalam timbangan (setiap dzikir pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali).

وإذا آوَى إلى فراشِهِ سبَّحَ ثلاثًا وثلاثينَ وحمِدَ ثلاثًا وثلاثينَ وكبَّرَ أربعًا وثلاثينَ ، فذلِكَ مئةٌ باللسانِ وألفٌ في الميزانِ ، وأيُّكُمْ يعملُ في اليومِ والليلةِ ألفينِ وخمسمئةِ سيئةٍ ؟

Dan apabila ia berbaring di tempat tidurnya, ia bertasbih (subhanallah) tiga puluh tiga kali, bertahmid (alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan bertakbir (allahu akbar) tiga puluh empat kali, maka itu berjumlah seratus di lisan dan seribu dalam timbangan. Dan siapakah di antara kalian yang dalam sehari semalam melakukan dua ribu lima ratus keburukan?

قالَ عبدُ اللهِ بنُ عمرٍو : فأنَا رأيتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ يعقدُهَا بيدِهِ . قالوا : يا رسولَ اللهِ كيفَ من يعمَلُ بهمَا قليلٌ

Abdullah bin ‘Amr berkata: Aku melihat Rasulullah ﷺ menghitungnya dengan tangan beliau. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin sedikit orang yang mengamalkannya?”

قالَ : يجِيءُ الشيطانُ أحدَكمْ في صلاتِهِ فيُذَكِّرُهُ حاجَةَ كذا وحاجَةَ كذَا ، فلا يَقُولُهَا ، ويأتِيهِ عندَ منَامِهِ فَيُنَوِّمُهُ فلا يَقُولُهَا

Beliau menjawab, “Setan datang kepada salah seorang dari kalian ketika shalatnya, lalu mengingatkannya akan kebutuhan ini dan itu sehingga ia tidak mengucapkannya. Dan setan datang kepadanya ketika hendak tidur, lalu membuatnya tertidur sehingga ia tidak mengucapkannya.” (HR. Abu Dawud 5065, Tirmidzi 3410)

Dzikir Setelah Shalat dan Sebelum Tidur

Jamaah yang dirahmati Allah ﷻ. Amal pertama yang disebutkan oleh Rasulullah ﷺ adalah berdzikir seusai melaksanakan shalat fardhu atau wajib.

Dan alhamdulillah kami yakin semua yang ada di sini insyaAllah termasuk yang telah melazimi amal tersebut bahkan dengan hitungan 33 kali sebagaimana dalam riwayat hadits yang lain.

Dzikir tentu bukan sekedar rangkaian kata atau bacaan yang keluar dari lisan kita tanpa makna.

Tasbih mengajarkan kepada kita untuk menyucikan Allah ﷻ dari segala kekurangan.

Tahmid sebagai bukti bahwa kita terus mensyukuri setiap nikmat yang Allah ﷻ berikan.

Dan takbir menegaskan bahwa tiada yang lebih besar dari Allah ﷻ, termasuk segala masalah hidup yang selalu kita keluhkan.

Oleh sebab itu, saat kita telah tunai menegakkan shalat, mari duduk sejenak untuk berdzikir mengarahkan hati ini kembali kepada Allah ﷻ.

Jam’ah yang dirahmati Allah ﷻ. Amalan kedua yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ akan mendapat balasan pahala yang besar adalah dzikir sebelum tidur.

Menutup hari-hari yang kadang melelahkan dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah ﷻ.

Inilah petunjuk yang telah disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.

Kita sangat sadar, bagaimana manusia sering membawa beban pikiran ketika membaringkan dirinya. Baik itu urusan pekerjaan, masalah keluarga, atau kegelisahan masa depan.

Oleh sebab itu, dzikir akan menjadi pembasuh dari hati yang sepanjang hari lelah dengan bisingnya dunia.

Setiap tasbih, tahmid, dan takbir yang kita lantunkan sebelum tidur menjadi pengingat agar jiwa senantiasa bergantung kepada Allah ﷻ.

Harapannya, saat takdir menyapa kita pada keesokan harinya maka itu menjadi momen terindah untuk awal yang baru atau akhir yang baik dalam kesempatan hidup di dunia.

Hadirin yang dimuliakan Allah ﷻ. Meski amalan tersebut ringan, kita juga tetap harus mewaspadai tipu daya setan.

Pada hadits di atas, Rasulullah ﷺ menjelaskan kepada Sahabat tentang sebab kenapa amal tersebut jarang ada yang melakukan.

Beliau mengingatkan bahwa, “Setan datang kepada salah seorang dari kalian ketika shalatnya, lalu mengingatkannya akan kebutuhan ini dan itu sehingga ia tidak mengucapkannya.

Dan setan datang kepadanya ketika hendak tidur, lalu membuatnya tertidur sehingga ia tidak mengucapkannya.”

Jama’ah rahimakumullah. Maka mari terus berusaha melazimkan secara konsisten. Setiap hari, setiap shalat, dan setiap malam yang kita temui.

Semoga Ramadhan ini menjadi momentum terbaik untuk kembali membiasakan diri mengerjakan dua amalan yang ringan di lisan, berat di timbangan akhirat, dan -insyaAllah- semoga menghantarkan kita ke surga. Amin.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Nikmat yang Sering Dilupakan

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Macam Husnudzan

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

by Satrio Kusumo
08/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

by Satrio Kusumo
07/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

by Satrio Kusumo
06/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud

by Satrio Kusumo
05/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
04/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Macam Husnudzan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Husnudzan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist