Jumat, April 17, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Disegerakan Hukumannya di Dunia

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
11/03/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Disegerakan Hukumannya di Dunia

Photo by cottonbro studio

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

Kultum Ramadhan #22: Dua Dosa yang Disegerakan Hukumannya di Dunia
Oleh Ashabul Yamin

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Istilah dosa adalah istilah yang ditujukan untuk segala sesuatu yang melanggar aturan syariat. Baik sifatnya dengan meninggalkan kewajiban yang Allah ﷻ perintahkan atau melakukan keharaman yang Allah ﷻ larang. 

Dalam Islam, pelaku perbuatan dosa diancam hukuman oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya sesuai kadar perbuatan. Semakin berat pelanggaran yang dia buat, semakin berat hukumannya. Pun begitu sebaliknya. 

Adapun teknis rinci terkait hukuman atas pelanggaran tersebut bagaimana, nanti di akhirat jawabannya.

Iman dalam Islam hanya mengharuskan yakin dan percaya kepada wahyu bahwa akhirat itu ada dan merupakan tempat pembalasan paling sempurna, saat seluruh amal manusia ditimbang dengan seadil-adilnya.

Bagi orang Islam, dunia bukan tempat pembalasan, tapi tempat ujian. Kehidupan dunia terlalu singkat dan kompleks untuk menjadi tempat pembalasan final. 

Ada orang berbuat zalim tetapi hidupnya makmur, ada orang shaleh tapi susah hidupnya. 

Ketimpangan semacam ini menunjukkan bahwa keadilan Allah ﷻ tidak berhenti di kehidupan dunia, tapi disempurnakan nanti di akhirat. 

Oleh karenanya, secara umum hukuman atas dosa ataupun pahala kebaikan ditangguhkan penerimaannya kelak di alam akhirat. 

Di dunia, Allah ﷻ melalui ayat-ayat-Nya dan Rasul ﷺ melalui sabdanya, hanya memberikan targhib (motivasi) ataupun tarhib (ancaman) saja. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Meski demikian, dalam beberapa kasus tertentu Allah ﷻ memperlihatkan sebagian konsekuensi dosa sejak di dunia. 

Penyegeraan hukuman ini mungkin tampak menyalahi aturan baku yang disebut tadi. 

Bisa kita bilang, ini adalah pengecualian, dan pengecualian ini mengandung hikmah yang Allahu a’lam, hanya Allah ﷻ yang mengetahuinya secara persis. 

Lantas, dosa apakah yang disegerakan hukumannya di dunia itu? 

Bersabda Rasulullah ﷺ: 

كلُّ ذُنُوبٍ يُؤَخِرُ اللهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ إلَّا البَغيَ وَعُقُوْقَ الْوَالِدَيْنِ ، أَوْ قَطِيْعَةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لِصَاحِبِهَا في الدُّنيا قَبلَ المَوتِ

“Setiap dosa, Allah ﷻ menunda (hukuman) darinya sesuai yang Dia kehendaki hingga hari kiamat, kecuali kezaliman (baghy), durhaka kepada kedua orang tua, atau memutuskan tali silaturahmi. 

Sesungguhnya Allah akan menyegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia sebelum kematian.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (4902), Tirmidzi (2511), Ibnu Majah (4211), Ahmad (20374) dengan makna yang serupa, serta al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad (591) dan redaksi teks hadis ini adalah milik al-Bukhari.

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Dua golongan yang disebutkan dalam hadits yang akan disegerakan hukumannya di dunia, pertama adalah kezaliman.

Kedua, adalah durhaka kepada orangtua atau orang yang memutus tali silaturahmi, sama konsekuensi hukumnya. 

Kita bahas yang pertama, al-baghyu, kata lainnya adalah zalim. Dalam bahasa Arab, kata zalim berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. 

Sikap zalim berawal ketika seseorang mulai merasa bahwa dirinya adalah pusat dari segala sesuatu. 

Keinginannya harus terpenuhi, kepentingannya harus didahulukan, dan kerugiannya tidak boleh terjadi, meskipun orang lain harus menanggung akibatnya.

Dari sini kemudian timbul sikap mulai merasa tidak masalah mengambil hak orang lain, memanfaatkan kelemahan orang lain, atau memperlakukan orang lain dengan tidak adil. 

Selama dirinya diuntungkan, semua akan dibenarkan apapun caranya.

Al-Qur’an memberikan peringatan yang sangat tegas terhadap pelaku kezaliman, firman Allah ﷻ: 

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ

“Janganlah kamu mengira Allah lengah terhadap apa yang dilakukan orang-orang zalim.” (QS. Ibrahim: 42)

Menariknya, dalam Al-Qur’an kezaliman tidak selalu ditujukan kepada orang lain. Sering kali Allah ﷻ menyebut manusia menzalimi dirinya sendiri.

وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.” (QS. An-Nahl: 33) 

Ini menunjukkan bahwa kezaliman pada akhirnya selalu kembali kepada pelakunya. Ketika seseorang terbiasa melampaui batas demi diri sendiri, ia sebenarnya sedang merusak hidupnya sendiri. 

Hubungan dengan orang lain perlahan rusak, kepercayaan menghilang, dan ketenangan batin semakin sulit ditemukan.

Barangkali karena itulah Rasulullah ﷺ menyebut kezaliman sebagai dosa yang sering dipercepat balasannya di dunia. Sebab dengan seseorang berbuat zalim, sebenarnya dia telah merusak dirinya sendiri. 

Mungkin dia terlihat menang ketika menzalimi orang lain. Tetapi kemenangan seperti itu biasanya hanya sementara. Dan batinnya tentu tak akan pernah tenang selamanya. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Kemudian yang kedua adalah durhaka kepada orang tua.  Durhaka kepada orang tua dalam Islam disebut عقوق الوالدين. 

Kata ‘uquq sendiri berasal dari akar kata عَقَّ yang secara bahasa berarti memutus atau memotong. 

Maka durhaka pada hakikatnya adalah memutus hubungan kebaikan yang seharusnya dijaga antara anak dan orang tuanya. 

Setiap manusia lahir ke dunia melalui perantara orang tua. 

Ada tubuh yang dahulu lemah mengandung selama berbulan-bulan, ada tangan yang dahulu menjaga, merawat, dan membesarkan tanpa banyak perhitungan. 

Sebelum seseorang mampu berdiri sendiri, ada masa panjang di mana seluruh hidupnya bergantung pada pengorbanan orang tuanya.

Karena itu Al-Qur’an menggambarkan pengorbanan ini dengan sangat menyentuh:

حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ

“Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.” (QS. Luqman: 14)

Karenanya, Islam menempatkan kedudukan orang tua sangat tinggi. Bahkan setelah perintah tauhid, Allah ﷻ langsung menyebut kewajiban berbuat baik kepada mereka:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Rabbmu telah menetapkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23)

Penyebutan ini tentu bukan tanpa alasan.

Hubungan manusia dengan Allah ﷻ adalah sumber kehidupan ruh dan jiwanya, sementara hubungan dengan orang tua adalah sumber kehidupan jasmani. 

Keduanya menjadi pondasi keberadaan manusia.

Jama’ah tarawih rahimakumullah.

Ketika seseorang menghormati kedua orang tua, sebenarnya ia sedang menjaga satu nilai penting dalam kehidupan: kesadaran bahwa manusia tidak pernah hidup sendirian. 

Ia ada karena kontribusi dan pengorbanan orang lain. 

Sebaliknya, ketika seseorang meremehkan orang tuanya, ada sesuatu yang hilang dalam dirinya yaitu rasa syukur terhadap asal kehidupannya sendiri.

Bisa jadi di situ letak hikmah kenapa durhaka kepada orang tua disebut sebagai dosa besar dan disegerakan hukumannya di dunia. 

Bukan sekedar karena menyakiti dua orang manusia, tetapi karena dia telah berkontribusi dalam merusak salah satu pondasi moral mendasar dalam hidup ini, yaitu kesadaran akan jasa dan pengorbanan orang lain atas dirinya.

Mudah-mudahan kita tidak termasuk salah satu dari dua golongan tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Terbaik dan Terburuk dalam Diri

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Teman di Alam Barzakh

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

by Satrio Kusumo
18/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

by Satrio Kusumo
17/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
15/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

by Satrio Kusumo
14/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Teman di Alam Barzakh

Kultum Ramadhan: Dua Teman di Alam Barzakh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist