Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
24/02/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan

Photo by Mario Amé

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

Kultum Ramadhan #7: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan Nabi ﷺ
Oleh Ammar Syarifuddin (Staf Pengajar Ma’had Aly An-Nuur)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Shalat adalah salah satu syi’ar Islam yang paling agung. Ia merupakan tiang agama. Rukun Islam  yang paling tampak. Pembeda antara muslim dan kafir. Sumber kebaikan seseorang di dunia dan akhirat. 

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Nabi kita ﷺ adalah hamba yang paling taat beribadah kepada Allah ﷻ. Hamba yang selalu berusaha agar senantiasa berada dalam ridha Allah; kapan pun dan di manapun. Baik ketika mukim maupun ketika safar. 

Sebagai Nabi ﷺ dan utusan Allah ﷻ, tentunya setiap aktivitas Beliau ﷺ adalah teladan untuk umat. Nabi ﷺ mencontohkan bahwa dalam kondisi safar. Beliau banyak mengambil rukhsah dari Allah ﷻ dalam urusan shalat.

Beliau mengqashar shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Dalam kondisi tertentu Beliau juga menjamak shalatnya. Bahkan dalam satu riwayat beliau tidak mengerjakan shalat rawatib ketika safar. 

Demikianlah teladan dari Nabi ﷺ untuk urusan shalat ketika safar. 

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Namun ada dua shalat sunah yang tidak pernah Beliau ﷺ tinggalkan dalam kondisi apapun. Baik ketika beliau mukim maupun safar. 

Shalat apakah itu?

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah menuturkan. “Teladan yang diberikan oleh Nabi ﷺ adalah, bahwa beliau mengqashar shalat fardhu ketika beliau safar. 

Dan tidak ditemukan riwayat bahwa beliau mengerjakan shalat sunah qabliyah atau ba’diyah. Kecuali shalat sunnah fajar dan witir.

Sungguh beliau tidak pernah meninggalkannya baik ketika beliau muqim maupun safar.” (Zaadul Ma’ad, 1/456)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ. 

Itulah dua shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi, dalam kondisi apapun. 

Pertama adalah shalat qabliyah Shubuh. 

Banyak riwayat dari Nabi ﷺ, baik fi’liyah (perbuatan) maupun qauliyah (ucapan) yang menunjukkan penjagaan beliau terhadap shalat ini. Semua itu menunjukan bahwa shalat qabliyah Shubuh ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. 

Di antaranya adalah pernyataan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مِنْهُ تَعَاهُدًا عَلَى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ

“Nabi tidaklah memiliki perhatian yang luar biasa untuk shalat sunnah melebihi perhatiannya terhadap shalat sunnah fajar.” (HR. Bukhari no. 1169)

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, Beliau ﷺ bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qabliyah Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Oleh karena shalat qabliyah subuh ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan sebagian ulama membolehkan mengqadha shalat ini, bagi yang terbiasa mengerjakannya kemudian tertinggal karena ada halangan. 

Shalat ini adalah shalat sunah yang pernah ditangisi oleh sahabat mulia Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Pernah suatu saat Anas tidak sempat mengerjakan shalat qabliyah subuh.

Hal itu, dikarenakan kesibukan beliau dalam peperangan melawan musuh di peristiwa penaklukan benteng Tustar. Tepatnya pada tahun 20 hijriyah, di masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab. 

Kaum muslimin mendapat kemenangan yang gemilang. Tapi Anas bin Malik justru menangis. Ketika ditanya kenapa beliau menangis, beliau menjawab:

مَا يَسُرُّنِي بِتِلْكَ الصَّلاَةِ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Bagiku, dunia dan seisinya tidak bisa menggantikan dua rakaat fajar yang tertinggal.”

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ. 

Kedua adalah shalat witir. 

Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan shalat witir, tentunya karena shalat witir ini juga memiliki keistimewaan. Hadits-hadits berikut merupakan dalil tentang keutamaan shalat witir. 

Dari Abu Bashrah al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ اللهَ زَادَكُمْ صَلاَةً، وَهِيَ الْوِتْرُ، فَصَلُّوْهَا فِيْمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الْفَجْرِ

‘Sesungguhnya Allah ﷻ telah memberi kalian tambahan shalat, yaitu shalat Witir, maka shalat Witirlah kalian antara waktu shalat ‘Isya’ hingga shalat Shubuh.’” (HR. Ahmad)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kekasihku ﷺ, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat; berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat Witir.” (HR. Al-Bukhari 1178) 

Jama’ah shalat tarawih  yang dirahmati Allah ﷻ.

Keutamaan luar biasa dari ibadah shalat witir ini, menjadikan Nabi kita berpesan untuk mengqadhanya bagi siapa saja yang telah rutin terbiasa tetapi luput mengerjakannya di malam hari. 

Artinya, termasuk dari sunah adalah mengqadha shalat witir ini. Lantas pertanyaannya kapan waktu mengqadha shalat witir ini? Lantas pertanyaannya kapan waktu mengqadha shalat witir ini? 

Waktu yang disunahkan untuk mengqadhanya adalah pada waktu Dhuha setelah matahari meninggi dan sebelum matahari berada di tengah, yaitu dengan melakukannya secara genap, tidak ganjil.

Maka jika kebiasaan Anda adalah melakukan shalat witir sebanyak tiga rakaat pada malam hari, lalu anda tertidur meninggalkannya atau lupa, maka disunahkan untuk melakukan shalat witir pada siang hari sebanyak empat rakaat dengan dua salam.

Jika kebiasaan Anda adalah melakukan shalat witir sebanyak lima rakaat pada malam hari, lalu tertidur meninggalkannya atau lupa, maka disunahkan untuk melakukan shalat witir pada siang hari sebanyak enam rakaat dengan tiga salam.

Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

كاَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا شَغَلَ عَنْ صَلاَتِهِ بِاللَّيْلِ بِنَوْمٍ أَوْ مَرَضٍ صَلَّى مِنَ النَّهَارِ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Jika Rasulullah ﷺ tidak dapat melakukan shalat pada malam hari karena tertidur atau jatuh sakit, maka beliau melakukan shalat pada siang hari sebanyak dua belas rakaat.” (HR. Muslim)

Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.

Semoga dengan menjaga shalat qabliyah Shubuh dan shalat witir, dua shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ, dalam kondisi apapun, kita akan mendapat keberkahan hidup yang luar biasa.

Mendapat kecintaan Nabi dan syafaatnya, karena kita cinta pada sunah-sunahnya. 

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Shalat yang Berat Bagi Munafik

Next Post

Pengumuman Hasil PMB Gel. I 2026-2027

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

by Satrio Kusumo
08/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

by Satrio Kusumo
07/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

by Satrio Kusumo
06/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud

by Satrio Kusumo
05/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
04/03/2026
Next Post
Pengumuman Hasil PMB Gel. I 2026-2027

Pengumuman Hasil PMB Gel. I 2026-2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist