Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Shalat yang Berat Bagi Munafik

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
23/02/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Shalat yang Berat Bagi Munafik

Photo by Bilal Furkan KOŞAR

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Kultum Ramadhan: Dua Shalat yang Berat Bagi Munafik
Oleh Ashabul Yamin

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Manusia tidak bisa dinilai hanya dari apa yang ia ucapkan. Lebih dari itu, seseorang dinilai dari kesesuaian antara perkataan, sikap, dan perbuatannya. Ketika ketiganya berjalan seiring, lahirlah pribadi yang jujur dan dapat dipercaya.

Namun, ketika terjadi ketidaksesuaian antara hati, lisan dan tindakan, maka sikap tersebut dalam Islam dikenal dengan istilah munafik. Orang munafik sering menampilkan kebaikan di luar, tetapi menyembunyikan keburukan dalam hatinya.

Seseorang mungkin tampak shaleh, santun, dan penuh semangat dalam beribadah di hadapan publik demi menjaga citra diri. Ia rajin ketika berada di tengah Masyarakat, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan terlihat begitu dekat dengan nilai-nilai Islam.

Namun, karakter seperti ini biasanya rapuh dalam menjaga ketulusan hubungan pribadinya dengan Allah ﷻ. Semangat kebaikannya hanya membara saat berada di tengah keramaian, tapi seketika padam dan menjadi layu saat ia sendirian tanpa ada mata manusia yang melihat.

Salah satu indikator utama dari karakter munafik ini tercermin dalam sikapnya terhadap ibadah shalat, sebuah ibadah yang sejatinya merupakan jembatan penghubung antara seorang hamba dan Rabb-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوٓا۟ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا۟ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa: 142)

Melalui ayat ini, sejatinya Allah ﷻ sedang mengabarkan kepada kita satu penyakit hati yang merupakan ciri khas orang munafik, yaitu bermalasan-malasan dalam mengerjakan shalat dan riya’, segala kebaikannya ingin selalu diapresiasi dan dilihat orang.

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Orang yang terjebak riya’ sejatinya sedang memenjarakan dirinya sendiri. Ia menjadi budak atas ekspektasi orang lain. Sehingga ibadahnya tak lagi  menjadi sarana istirahat jiwa, melainkan beban yang melelahkan.

Ia haus akan pengakuan dan merasa hampa jika kebaikannya tidak terabadikan atau tidak mendapat apresiasi dari manusia.

Saat berada di masjid, misalnya, atau di bawah pengawasan orang yang disegani, ia sanggup memperlama shalat, menghias bacaannya, dan mengemas gerakan seolah-olah ia sedang tenggelam dalam kekhusyu’an yang dalam.

Namun saat sendiri dan jauh dari sorotan, semangat itu menguap hilang entah ke mana. Shalat sering ditunda, bahkan tak dikerjakannya.

Zikir jarang terucap, mushaf Al-Qur’an pun jarang dibuka. Baginya ibadah bukan kebutuhan rohani, tapi alat pencitraan. Rajin jika ada yang melihat, lalai jika tidak ada yang menilai.

Lebih jauh lagi kaitannya dengan sikap orang munafik terhadap urusan shalat, mari kita simak sabda Rasulullah ﷺ berikut:  

أثْقَلَ الصَلاَةِ عَلَى المُنَافِقِينَ صَلاَةُ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً

“Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari, 657)

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Pertanyaanya kenapa harus shalat Shubuh dan shalat Isya’?

Syaikh Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin ketika mengomentari hadits tersebut mengatakan, bahwa orang munafik tujuannya shalatnya adalah untuk riya’ (ingin dilihat) dan sum’ah (ingin didengar) orang lain.

Di masa lalu (zaman belum ada listrik seperti hari ini), shalat Isya’ dan Shubuh dilakukan dalam kondisi gelap. Sehingga tidak bisa memamerkan amalan mereka. Tapi untuk shalat-shalat yang lainnya, Dzuhur, Ashar, dan Maghrib mereka hadir, karena banyak kaum muslimin yang menyaksikan.

Selain daripada itu, alasan lain kenapa shalat Isya’ dan Shubuh itu terasa berat, Isya’ adalah waktu istirahat setelah lelah seharian bekerja. Sedangkan shalat Shubuh adalah waktu lelapnya tidur.

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Beratnya shalat Isya’ dan Shubuh bagi orang munafik sebenarnya bukan semata karena lelah dan kantuk saja. Karena orang beriman juga lelah dan mengantuk.

Mereka juga bekerja selayaknya manusia pada umumnya. Tapi yang membedakan adalah dorongan dalam hatinya.

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

Bagi orang munafik, motivasi ibadah seringkali hanya didorong oleh energi sosial. Ketika mata manusia tak melihat, ketika panggung sosial mulai gelap, maka bahan bakar untuk ruku dan sujud pun padam.

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Banyak hadits anjuran dari Rasulullah ﷺ terkait keutamaan shalat Shubuh dan Isya’ secara berjamaah. Di antaranya adalah sabda Rasul berikut:

مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya’ berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.’” (HR. Muslim, 656)

Dalam hadits lain Rasul ﷺ bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي العَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوَاً

“Seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Shubuh, pasti mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di Bulan Ramadhan, Isya’ dan Shubuh mungkin tak terlalu berat dilaksanakan. Karena Isya’ berbarengan dengan euforia shalat tarawih, dan Shubuh berbarengan dengan momen sahur.

Tentu hal ini bukan jadi patokan seseorang bebas dari penyakit nifaq. Bagaimana shalat Isya’ dan Shubuhnya pada 11 bulan selain Ramadhan? Itulah penentunya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Paling Banyak Memasukkan Orang ke Surga

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

by Satrio Kusumo
08/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

by Satrio Kusumo
07/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

by Satrio Kusumo
06/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Betis yang Lebih Berat dari Gunung Uhud

by Satrio Kusumo
05/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
04/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan

Kultum Ramadhan: Dua Shalat Sunah yang Selalu Ditegakkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist