Sabtu, April 18, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan

Admin by Admin
15/07/2011
in Ramadhan
1
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Oleh: Tim Ulin Nuha Ma’had Aly an-Nuur
Awal dan akhir bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru`yah hilal (melihat bulan sabit). Ru`yah hilal mesti disaksikan oleh sekurang-kurangnya seorang muslim yang adil untuk awal Ramadhan, dan dua orang muslim untuk awal Syawal.[i]
Apabila cuaca mendung dan hilal bulan Ramadhan tidak dapat dilihat pada malam 30 Sya’ban, maka hukum yang harus diambil ialah menggenapkan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
Begitu pula ketika hilal bulan Syawal tidak terlihat, maka hukum yang harus diambil ialah dengan menyempurnakan bilangan Ramadhan menjadi 30 hari.[ii]
Rasulullah SAW bersabda:

لاَ تَصُوْمُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْا لَهُ

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

“Janganlah kalian melakukan shiyam sampai kalian melihat hilal, dan jangan pula berbuka (mengakhiri shiyam Ramadhan) sampai kalian melihatnya. Jika ada (awan) yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian, sempurnakanlah bilangannya (menjadi 30 hari).”[iii]
 

الشَّهْرُ تِسْعَ وَ عِشْرُوْنَ لَيْلَةً فَلاَ تَصُوْمُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غَمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا العِدَّةَ ثَلاَثِيْنَ

“Satu bulan itu jumlahnya 29 malam. Jjanganlah kamu shiyam sampai kalian melihatnya (hilal). Jika ada (awan) yang menghalangi sehingga bulan tidak kelihatan oleh kalian, sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hari.”[iv]
Menetapkan awal Ramadhan dengan ilmu hisab di saat langit mendung banyak dibantah oleh para ulama. Para fuqaha telah menegaskan tentang dilarangnya bersandar pada perhitungan-perhitungan ilmu falak dalam menetapkan hilal, karena sesungguhnya syariat Islam ini mengaitkan shiyam dengan ru`yah bukan dengan hisab.[v]
Jumhur fuqaha mengatakan, “Tidak betul jika yang dimaksud adalah hisab ahli perbintangan, sebab jika orang banyak dibebani dengan hal tersebut, tentulah akan memberatkan mereka, sebab masalah hisab perbintangan tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya beberapa orang saja. Padahal syariat memberitahukan segala sesuatu kepada manusia dengan sesuatu yang dapat dipahami oleh kebanyakan mereka. Wallahu a’lam.”[vi]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Berdasarkan As-Sunnah Ash-Shahihah serta kesepakatan para sahabat, tidak diragukan bahwasannya tidak boleh bersandar kepada hisab perbintangan”.[vii]
Rasulullah bersabda :

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِيّةٌ لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسَبُ، الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا : يَعْنِي مَرَّةً تِسْعَةً وَعِشْرِيْنَ وَمَرَّةً ثَلاَثِيْنَ

“Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, tidak menulis dan tidak melakukan hisab. Bulan itu begini dan begini.” Yakni terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari.[viii]
 

لاَتَقَدَّمُوا الشَّهْرَ حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ قَبْلَهُ أَوْ تُكْمِلُوا الْعِدَّةَ، ثُمَّ صُوْمُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ أَوْتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ قَبْلَهُ

“Janganlah kalian mendahului bulan (Ramadhan) sebelum kalian melihat hilal, atau sampai menyempurnakan bilangannya. Kemudian laksanakanlah shiyam sampai kalian lihat hilal, atau menyempurnakan bilangan bulan sebelumnya.”[ix]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga mengatakan, “Orang yang bersandar kepada hisab dalam masalah hilal, sebagaimana ia telah sesat di dalam syariat dan berbuat bid’ah dalam agama, dia juga keliru terhadap akal dan ilmu hisab.”[x]
Lantas bagaimana halnya dengan kelompok yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal dengan hisab sementara langit cerah tanpa sepotong awan pun? Bahkan beberapa bulan sebelumnya mereka telah berani menetapkan awal bulan Ramadhan dengan menggunakan ilmu hisab. Cara yang tidak pernah dipergunakan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.

Sumber: buku Fikih Ramadhan karya Tim Ulin Nuha Ma’had Aly an-Nuur (1429 H)


[i] Lihat: Zaadul-Ma’ad, 2/36-37.
[ii] Dua cara inilah yang menjadi petunjuk Nabi dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Dan begitulah pendapat jumhur fuqaha. Lihat: Zaadul-Ma’ad, 2/47; Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga, 2/158-160.
[iii] Shahih Al-Bukhari hadits no. 1906 dan Shahih Muslim, Kitab Ash-Shiyam, hadits no 3.
[iv] Shahih Al-Bukhari hadits no 1907 dan Shahih Muslim, Kitab ash-Shiyam, hadits no 6.
[v] Ensiklopedi Hukum Wanita dan Keluarga, 2/180.
[vi] Syarh Shahih Muslim, 7/190.
[vii] Al-Fatawa Al-Kubra, 2/464.
[viii] Shahih Al-Bukhari hadits no 1913 dan Shahih Muslim, Kitab Ash-Shiyam, hadits no 15.
[ix] Sunan Abu Dawud hadits no 2326, Sunan An-Nasai hadits no 2128, dan dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir, hadits no 7394.
[x] Al-Fatawa Al-Kubro, 2/464.

Related

Tags: awal ramadhanhilalhisabramadhanrukyah
Previous Post

Keutamaan-keutamaan Shiyam

Next Post

Penetapan Shiyam Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal

Admin

Admin

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

by Satrio Kusumo
18/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

by Satrio Kusumo
17/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
15/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

by Satrio Kusumo
14/03/2026
Next Post

Penetapan Shiyam Ramadhan Berdasarkan Tempat Terbitnya Hilal

Comments 1

  1. moncler university says:
    14 tahun ago

    I used to be just seeking this data for years. After six hours of continuous Googleing, finally I managed to get it in your own website.

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist