Jumat, April 17, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
07/03/2026
in Ramadhan
0
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Menolong Hamba

Photo by ly

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

Kultum Ramadhan #18: Dua Hal yang Menolong Hamba
Oleh Satrio Kusumo

Jama’ah shalat tarawih yang semoga senantiasa dirahmati Allah ﷻ. Kesulitan hidup, konflik batin, kekurangan finansial, dan berbagai ujian lainnya, merupakan suatu keniscayaan yang pasti dirasakan oleh manusia. 

Siapapun dia. Mulai dari orang yang paling kaya, paling tinggi jabatannya, paling cerdas pemikirannya, semua yang dikira tanpa masalah, nyatanya juga merasakan kesulitan hidup dan kegundahan. 

Hidup ini, sejatinya tidak pernah benar-benar ringan. Setiap dari kita memikul sesuatu yang tidak selalunya terlihat oleh orang lain. Tampaknya bahagia, tetapi terselip dalam relung hati beban yang amat berat. 

Perjuangan yang kita sembunyikan dengan rapat agar tidak turut membebani orang lain, terkadang akhirnya meluap dan tak terbendung lagi.

Di titik tertentu, lelah sudah cukup menyesakkan dan di sisi lain, seolah hanya ada jalan buntu yang menghadang. Pada kondisi seperti itu, biasanya kita akan bersegera mencari pertolongan.

Ada yang mencari pada manusia lain. Ada yang mencari pada jabatan. Ada yang mencari pada harta. Ada pula yang mencari pelarian dalam kesibukan. 

Namun, itu semua seringkali hanya menenangkan sementara. Setelahnya kegelisahan kembali memenuhi hati. Mencari pertolongan pada apa yang ada di sekitar kita tentu bukan suatu kesalahan. 

Seperti orang yang tenggelam, ia akan secara naluri menggapai apa saja yang bisa dia jadikan pegangan.

Dan sebagai insan beriman, tentu kita sangat yakin bahwa sejatinya pertolongan itu ada (dengan berbagai bentuknya) tak lain adalah karena pertolongan dari-Nya. 

Itulah sejatinya yang akan benar-benar menenangkan hati kita. Membuat diri tetap bertahan, meski masalah silih berganti datang bertubi-tubi. 

Maka ada dua kunci yang Allah ﷻ ajarkan untuk meraih pertolongan dari-Nya. Allah ﷻ berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ

“Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 45)

Sabar

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah. Hal pertama yang menjadi kunci untuk mendapat pertolongan dari Allah ﷻ adalah sabar. 

Imam Mujahid, seperti yang dikutip oleh Imam Ath-Thabari, Ibnu Katsir, dan Al-Baghawi, menjelaskan bahwa maksud sabar dalam ayat tersebut adalah shiyam atau puasa. 

Maka, bulan suci Ramadhan, juga disebut dengan Syahru ash-Shabr, atau bulan sabar menahan diri dari hawa nafsu. Demikian karena puasa adalah latihan kesabaran tingkat tinggi—sabar menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu secara bersamaan dalam satu waktu.

Imam Ath-Thabari kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa sabar berarti menahan dan mengendalikan jiwa dari apa yang diinginkan. Sehingga tidak terbatas hanya pada makna puasa saja.  

Sabar tentu bukan berarti bersikap pasif dan diam tanpa berusaha semaksimal mungkin. Jika demikian, maka sabar justru menunjukkan suatu kelemahan. 

Padahal tidak demikian. Justru sabar itu merupakan kekuatan batin seseorang yang membuatnya tetap tegak dan berjuang meski badai datang membentang. 

Maka saat seseorang sedang berjuang pada kesabaran, sejatinya ia sedang memantaskan diri agar bisa mendapat pertolongan dari Allah ﷻ. Dan kesabaran itu ada pada tiga hal: 

  1. Sabar dalam ketaatan.

  2. Sabar dalam meninggalkan maksiat.

  3. Sabar dalam menghadapi takdir yang menyakitkan.

Sabar dalam ketaatan berarti tetap istiqamah meskipun berat. Bangun shalat Subuh ketika tubuh ingin terus tidur. 

Menjaga lisan ketika ingin membalas dengan kata-kata kasar. Menjaga pandangan ketika dunia penuh godaan. Semua itu membutuhkan kesabaran.

Sabar dalam meninggalkan maksiat berarti menahan diri ketika peluang dosa terbuka lebar. Ketika tidak ada yang melihat, ketika kesempatan begitu mudah, ketika keuntungan dunia begitu dekat. Di sinilah sabar menjadi benteng.

Dan sabar dalam menghadapi takdir adalah ketika musibah datang tanpa kita pilih. Kehilangan, kegagalan, sakit, pengkhianatan. Pada saat itulah sabar menjaga hati agar tidak berprasangka buruk kepada Allah ﷻ.

Allah ﷻ menegaskan:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Mari perhatikan firman Allah ﷻ tersebut. Ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah ﷻ bersama orang-orang yang sabar.

Bukan bersama orang yang paling kaya. Bukan bersama orang yang paling kuat. Tetapi bersama orang yang sabar.

Dan kebersamaan Allah ﷻ bukanlah kebersamaan biasa. Ia berarti pertolongan, penjagaan, bimbingan, dan ketenangan.

Sabar menjaga seseorang agar tidak hancur sebelum pertolongan datang. Karena sering kali pertolongan Allah ﷻ itu dekat, hanya saja hati kita terlalu tergesa-gesa.

Berapa banyak orang yang hampir saja menyerah, padahal jika ia bertahan sedikit lagi, ia akan melihat cahaya di ujung jalan? 

Berapa banyak orang yang hampir saja putus asa, padahal takdir indah sedang dipersiapkan untuknya?

Shalat

Jika sabar menjaga dari dalam, maka shalat menghubungkan kita dengan sumber kekuatan itu sendiri.

Shalat bukan sekadar gerakan. Bukan sekadar kewajiban rutin yang ditunaikan agar gugur tanggung jawab. Shalat adalah pertemuan. Shalat adalah saat seorang hamba berdiri di hadapan Rabb-nya.

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa shalat akan menjadi penolong karena di dalamnya terlantun bacaan dari Kitab Allah dan zikir yang mengajak hati untuk mengingat akhirat. 

Dengannya jiwa kita dilatih untuk tunduk dan menyadari kembali bahwa dunia bukanlah tujuan akhir hidup ini. 

Maka ketika dunia terasa sempit, shalat melapangkan. Ketika hati terasa berat, shalat meringankan. Ketika pikiran kacau, shalat menenangkan.

Rasulullah ﷺ, ketika menghadapi perkara besar, ketika kegelisahan datang, beliau berkata kepada Bilal:

أَقِمِ الصَّلَاةَ، أَرِحْنَا بِهَا

“Mari tegakkan shalat, dan tenangkan kami dengannya.” (HR. Abu Dawud, 4985)

Beliau mengajarkan kepada kita bahwa ketengan itu ada pada shalat. 

Dengannya kita mengingat siapa yang mengatur hidup kita. Dalam sujud kita merendahkan diri sepenuhnya, mengakui kelemahan, dan meminta pertolongan. 

Demikian, bukan berarti tiba-tiba masalah akan selesai begitu saja dengan sendirinya seusai kita shalat. Hanya saja, betapa setelahnya hati yang gelisah perlahan menjadi tenang. 

Betapa banyak persoalan yang belum berubah, tetapi cara kita memandangnya telah berubah. Dan di situlah Allah ﷻ telah memberikan kita pertolongan. 

Masalah akan terurai sedikit demi sedikit, sesuai dengan kehendak-Nya. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Hidup tidak akan pernah tanpa ujian. Tetapi Allah ﷻ tidak akan membiarkan kita hidup tanpa pegangan.

Jika hari ini hidup terasa berat, mungkin bukan pertolongannya yang jauh, tetapi kita yang jauh dari dua kunci itu.

Ketika beban terasa tak tertanggung, tahan dengan sabar. Jangan terburu-buru marah, jangan tergesa-gesa menyalahkan takdir. 

Setelah itu, mari bangun. Ambil air wudhu. Berdiri di hadapan Allah ﷻ. Sampaikan semuanya. 

Tidak ada yang terlalu kecil untuk diceritakan kepada-Nya, dan tidak ada yang terlalu besar untuk diselesaikan oleh-Nya.

Karena pada akhirnya, pertolongan bukan selalu tentang perubahan keadaan, tetapi tentang kekuatan hati dalam menghadapi keadaan.

Siapa yang memiliki sabar dan shalat, ia memiliki dua cahaya yang akan menuntunnya melewati gelap kehidupan.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang ketika diuji bersabar, dan ketika gelisah kembali kepada shalat. 

Karena dengan dua itulah seorang hamba benar-benar ditolong. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Mendatangkan Laknat

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

by Satrio Kusumo
18/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

by Satrio Kusumo
17/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
15/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

by Satrio Kusumo
14/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist