Jumat, April 17, 2026
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
mahadannur.id
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Penyebab Azab Kubur

Satrio Kusumo by Satrio Kusumo
09/03/2026
in Ramadhan
1
Kultum Ramadhan: Dua Penyebab Azab Kubur

Photo by Radovan Zierik

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Artikel lainnya

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

Kultum Ramadhan #20: Dua Penyebab Azab Kubur
Oleh Satrio Kusumo

Salah satu kekhawatiran terbesar manusia, adalah kematian. Sebab ia menjadi pemutus segala kenikmatan yang telah dirasakan di dunia. 

Ketakutan tersebut, jika tidak disikapi dengan baik maka akan mengakibatkan potensi kerugian bagi dirinya sendiri. 

Jika berlebihan maka kehidupannya tidak akan tenang, dan jika dihilangkan rasa takut itu maka ia akan berpotensi menghabiskan hidup tanpa aturan.

Sehingga kita harus adil dan bijak dalam menghadapi kematian. Rasa takut harus tetap ada agar kita berhati-hati, dan di sisi lain harapan akan kematian yang baik itu juga terus kita tanam dalam diri.

Di agama Islam, kita meyakini bahwa kehidupan pasca kematian itu hanya ada dua. Nikmat dan azab. Keduanya, merupakan balasan dari amal yang telah manusia lakukan di dunia, sebelum datangnya hari kiamat. 

Jama’ah yang dirahmati Allah ﷻ. Kubur adalah fase pertama dari kehidupan kita di akhirat. Bukan sekedar jasad yang dikubur dan berkalang tanah. 

Di masa menunggu itulah manusia mencicipi sedikit akibat dari perbuatannya ketika hidup. Jika baik, maka kebaikan akan didapat dan jika buruk, keburukan yang akan dirasa. 

Ulama telah menegaskan bahwa

الْقَبْرُ هُوَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ، وَالْعَذَابُ وَالنَّعِيمُ فِيهِ حَقٌّ

“Kubur merupakan persinggahan pertama di akhirat. Azab dan kenikmatan di dalamnya merupakan perkara yang haq.”

Oleh sebab itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita sebuah doa dan doa itu senantiasa kita baca di penghujung shalat. 

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah al-Masih ad-Dajjal.” (HR. Bukhari, 1377)

Selain dengan berdoa kepada Allah ﷻ, salah satu cara untuk mengelola kekhawatiran kita terhadap kematian adalah dengan mengetahui hal apa saja yang menyebabkan seseorang mendapat azab di dalam kubur. 

Jama’ah yang dirahmati Allah ﷻ.

Setidaknya ada dua dosa yang sering dianggap kecil dan sepele oleh kebanyakan orang, dan ternyata hal itu berdampak besar bagi kehidupan kita setelah kematian. 

Demikian, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa 

مرَّ النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم على قبرينِ

Suatu hari, Nabi Muhammad ﷺ melewati kuburan bersama sahabatnya.

 فقال: إنَّهما ليُعذَّبانِ وما يُعذَّبانِ في كبيرٍ

Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan keduanya tidak diazab karena perkara besar.”

ثمَّ قال: بلى أمَّا أحدُهما فكان يسعى بالنَّميمةِ وأمَّا الآخَرُ فكان لا يستنزِهُ مِن بولِه

Kemudian beliau bersabda: “Bahkan, itu adalah perkara besar. Adapun salah satunya dahulu berjalan menyebarkan namimah (adu domba), dan yang lainnya tidak membersihkan diri dari kencingnya.”

ثمَّ أخَذ عودًا فكسَره باثنينِ ثمَّ غرَز كلَّ واحدٍ منهما على قبرٍ ثمَّ قال: لعلَّه يُخفَّفُ عنهما العذابُ ما لم ييبَسا

Kemudian beliau mengambil sebatang pelepah (atau ranting), lalu membelahnya menjadi dua, kemudian menancapkan masing-masing pada satu kubur

Lalu beliau bersabda: “Semoga diringankan azab keduanya selama keduanya belum kering.” (HR. Bukhari, 218 dan Muslim, 292)

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa azab yang besar di akhirat, sering kali berakar dari kelalaian kita terhadap perkara-perkara yang dianggap sepele di dunia.

Banyak hal luar biasa, merupakan akibat dari sesuatu yang dianggap sepele dan sederhana. Salah satunya adalah azab kubur. 

Tidak Menjaga Kebersihan Saat Buang Air Kecil

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Seorang Muslim, seharusnya adalah sosok yang paling baik dalam menjaga kebersihan dan kesucian diri. Sebab, salah satu syarat agar ibadahnya diterima adalah suci dan bersih dari segala najis. 

Oleh sebab itu, perkara buang air kecil sejatinya bukan hal yang bisa dianggap remeh. Meski sebagian manusia masih menganggap demikian. 

Kotoran yang keluar dari tubuh kita haruslah dibersihkan dengan sebaik-baiknya karena merupakan najis. Tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. 

Peremehan pada kesucian diri, bisa berakibat peremehan pada ibadah itu sendiri. Sebagaimana shalat yang tidak sah dilakukan jika tanpa bersuci.

Maka ketika kita tidak memperhatikan kesucian, sama saja kita tidak peduli pada kualitas ibadah yang hendak dilakukan. Dan syariat telah mengajarkan kepada kita bagaimana bersuci dan menjaga kesucian itu dengan baik. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Begitu pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian, menuntut kita untuk juga memperhatikan bagaimana anak-anak kita dalam kebiasaan mereka buang hajat. 

Masih sering kita temukan, bagaimana orang tua yang dengan mudahnya membolehkan anak mereka untuk buang air kecil sembarangan. 

Bahkan setelahnya mungkin tidak diminta untuk membersihkan tempat keluarnya kotoran. Padahal kebiasaan anak sedari kecil akan membentuk kepribadiannya kelak ketika dewasa. 

Kita memang harus berprasangka baik. Barangkali hal itu dilakukan karena kondisi darurat. 

Hanya saja, tetap menjadi catatan bagi kita, bahwa meski kondisi darurat sekalipun, sebisa mungkin untuk tetap menjaga kebersihan dan kesucian diri. 

Sebab, sisa najis yang tidak dibersihkan dengan sempurna akan terbawa ke dalam shalat, menjadikannya tidak sah, dan gugurnya shalat adalah awal dari kerugian amal lainnya.

Selain itu, peremehan terhadap hal-hal yang kecil, jika dilakukan terus menerus, maka ia akan menjadi besar. 

Bahkan, Nabi ﷺ mengabarkan bagi mereka yang suka sembarangan dengan ancaman azab kubur dari Allah ﷻ. 

Ini tentu menjadi peringatan dan penuntun kita bahwa keselamatan di akhirat, sering kali terletak pada hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Namimah

Seperti dosa yang pertama, tanpa disadari hal kedua ini mungkin juga kita anggap sebagai sesuatu yang sepele. Yaitu namimah. 

Menyebarkan keburukan seseorang kepada orang lain, tanpa tujuan ingin meraih suatu kemaslahatan. Bahkan cenderung hanya untuk merusak hubungan dan menimbulkan perpecahan. 

Pada bulan Ramadhan ini, selain menjaga diri dari makan dan minum, sejatinya kita juga dituntut untuk bisa menjaga lisan. Sebab, lisan kita seperti hawa nafsu yang kadang susah dikontrol. 

Jika tidak dijaga, ia melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Ia melukai siapapun yang berada di lintasannya bahkan terkadang tanpa disadari oleh yang berucap. 

Jika sesorang dengan sengaja melontarkan perkataan buruk untuk memperkeruh suatu hubungan antar manusia,  maka seperti itulah namimah. Ketika seseorang diliputi kebencian dan berusaha merusak hubungan orang lain dengan lisannya. 

Ia membawa cerita dari satu pihak ke pihak lain, untuk menimbulkan kebencian. Kadang dibungkus dengan kalimat, “Aku cuma menyampaikan ya.” atau “Aku gak ada maksud apa-apa lho ya.” atau “Ini biar saling tahu saja.” dan ungkapan semisal. 

Saat lisan bergerak lebih cepat daripada pikiran dan hati, maka segala pembenaran akan dimunculkan. Ia sadar ataupun tidak sedang menyalakan api perpecahan. 

Jama’ah shalat tarawih rahimakumullah.

Ghibah dan namimah, merupakan dua penyakit lisan. Yang satu membicarakan keburukan, satunya lagi ditambah niat ingin merusak hubungan antar sesama. 

Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Qalam ayat 10-11

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِي*هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ

“Dan janganlah engkau ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina*Yang banyak mencela, yang (berjalan) kian kemari menyebarkan namim (fitnah).”

Dalam ayat tersebut disebutkan kata namim, yang meski dalam terjemahan sering disebut sebagai fitnah atau kabar bohong, secara hakikat namimah adalah upaya provokasi. 

Ia memindahkan omongan si A ke si B agar keduanya bertikai. Inilah penyakit lisan yang menghancurkan persaudaraan.

Lisan yang tidak dijaga, tidak hanya menimbulkan keburukan di dunia saja, tetapi juga menjadi sebab datangnya azab sebelum hari kiamat. 

Maka mari bersama kita mendahulukan berpikir sebelum berucap. Sebab panah yang sudah meluncur dan menancap, akan menimbulkan bekas di tempat sasarannya.  

Jama’ah yang dirahmati Allah ﷻ. Demikianlah Islam memberikan petunjuk kepada kita sampai pada hal-hal yang sangat rinci. Najis yang tak disadari dan ucapan yang melukai. 

Keduanya berkaitan dengan kebiasaan manusia. Tidak terlepas dari kehidupan kita. Hanya jika tidak berhati-hati, najis dan namimah bisa menyeret kita pada azab kubur, naudzubillah min dzalik. 

Lalu di penghujung hadits, dikisahkan bagaimana Rasulullah ﷺ kemudian menancapkan pelepah atau batang pohon dan mendoakan keduanya. 

Ini sekaligus mengajarkan kita untuk tidak pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Allah ﷻ. Kita berusaha sebaik mungkin, sembari terus berharap agar Allah ﷻ senantiasa memberikan pertolongan kepada kita. 

Mengampuni setiap kesalahan, dan juga menerima segala amal kebaikan yang telah kita persembahkan untuk-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Related

Tags: Kultum Ramadhan
Previous Post

Kultum Ramadhan: Dua Angan Penghuni Kubur

Next Post

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Terbaik dan Terburuk dalam Diri

Satrio Kusumo

Satrio Kusumo

Related Posts

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Mata yang Tak Tersentuh Api Neraka

by Satrio Kusumo
18/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Dosa yang Membawa ke Neraka

by Satrio Kusumo
17/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Macam Mayit

by Satrio Kusumo
16/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Tingkatan Orang Berpuasa

by Satrio Kusumo
15/03/2026
Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua
Ramadhan

Kultum Ramadhan: Dua Orang dalam Gua

by Satrio Kusumo
14/03/2026
Next Post
Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Terbaik dan Terburuk dalam Diri

Kultum Ramadhan: Dua Hal yang Terbaik dan Terburuk dalam Diri

Comments 1

  1. Ping-balik: Kultum Ramadhan: Dua Teman di Alam Barzakh – Ma'had 'Aly An-Nuur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Aqidah
  • Doa
  • Fiqih
  • Hikmah
  • Kabar Ma'had
  • Khutbah
  • Kolom Mahasantri
  • Ramadhan
  • Tafsir
  • Tazkiyah
  • Tsaqafah
  • Udhiyah
  • Uncategorized
  • Unduhan
  • Uswah
  • Video
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
  • NASKAH KHUTBAH
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN
Menerangi Umat Dengan Cahaya Ilmu

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

No Result
View All Result
  • Home
  • PMB 2026/2027
  • ARTIKEL ISLAM
    • Aqidah
    • Fiqih
    • Tazkiyah
    • Hikmah
    • Tsaqafah
    • Doa
  • NASKAH KHUTBAH
    • Khutbah Jum’at
    • Khutbah Id
    • Ramadhan
  • KOLOM MAHASANTRI
  • KABAR MA’HAD
  • VIDEO KAJIAN

© 2021 mahadannur.id - Ma'had 'Aly An-Nuur Liddirosat Al Islamiyah mahadannur.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist