“Zikir bagi hati, ibarat air bagi ikan. Lalu bagaimana nasib ikan yang memisahkan diri dari air?”
Ini adalah perumpamaan yang luar biasa. Perumpamaan yang mudah dicerna oleh semua orang berakal. Sebab semua orang tahu, bahwa ketika ikan memisahkan diri dari air dia akan mati.
Begitu pula dengan hati kita. Ia akan gersang, sekarat dan mati jika tidak disirami dengan sejuknya zikrullah; berzikir mengingat Allah.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Zikir juga berpotensi mendatangkan pahala yang luar biasa. Pahalanya bisa mengungguli pahala sedekahnya orang-orang kaya.
Dikisahkan dalam bahwa orang-orang fakir Muhajirin mendatangi Rasulullah ﷺ lalu berkata, “Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal!”
Maka beliau bertanya, “Apa itu?”
Mereka berkata, “Orang-orang kaya itu melakukan shalat sebagaimana kami melakukan shalat. Mereka melakukan puasa sebagaimana kami melakukan puasa.
Mereka bersedekah, tetapi kami tidak bersedekah. Mereka memerdekakan budak, tetapi kami tidak memerdekakan budak.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidakkah aku ajarkan sesuatu kepada kamu, dengannya kamu akan menyusul orang-orang yang telah mendahului kamu, dan dengannya kamu akan mendahului orang-orang setelah kamu, dan tidak ada seorangpun yang lebih baik dari kamu kecuali orang-orang yang melakukan seperti apa yang kamu lakukan?”
Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Kamu bertasbih, bertakbir, dan bertahmid tiga puluh tiga kali setelah setiap shalat.”
Kemudian orang-orang fakir Muhajirin kembali mendatangi Rasulullah ﷺ lalu berkata, “Saudara-saudara kami, orang-orang kaya, telah mendengar apa yang telah kami lakukan, lalu mereka melakukan seperti itu!”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Itu adalah karunia Allah yang Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki.” (HR. Muslim, no. 595)
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Sungguh luar biasa manfaat zikir bagi seorang muslim. Ia akan memberikan ketenangan bagi jiwa dan raga seorang muslim, menjadi amal unggulan bagi yang tidak mampu bersedekah dengan harta.
Dan satu lagi keuntungan yang luar biasa. Yaitu dapat memperberat timbangan amal kebaikan fi yaumil mizan; di hari ditimbangnya amal manusia.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Di antara zikir yang dapat memperberat timbangan amal kebaikan kita adalah zikir yang disebut oleh Rasulullah ﷺ dengan dua kalimat yang ringan di lisan tapi berat di timbangan.
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar-Rahman yaitu, ‘subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’. Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.” (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa ada cinta Rabbul ‘Alamin dalam kalimat tersebut, siapa pun yang melafadzkannya dengan benar, karena iman, karena cinta kepada Allah dan pada kalimat tersebut; ia berhak mendapat cinta sang Khaliq, kebersaman-Nya dan surga-Nya.
Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa siapa saja yang cinta terhadap sesuatu di akhirat nanti dia akan bersama apa yang dia cintai.
Sebagaimana sabda beliau kepada seorang Sahabat yang bersiap menyambut datangnya kiamat dengan cinta Allah ﷻ dan Rasul-Nya, maka beliau bersabda kepadanya, “Anda (di akhirat nanti) akan bersama apa yang anda cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, jika kita mengucapkan zikir tersebut karena cinta kepada Allah ﷻ dan kalimat tersebut, maka kita akan bersama Allah ﷻ di akhirat nanti.
Menurut para ulama, maksud kita akan bersama Allah ﷻ di hari kiamat nanti adalah, kita akan dimasukkan ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Kemudian beliau menjelaskan, bahwa kalimat luar biasa ini sangat ringan untuk dilafadzkan oleh orang beriman, artinya siapapun dapat mengamalkan dua kalimat ini di manapun dan kapanpun.
Mudah tanpa syarat dan ketentuan yang ribet. Akan tapi balasan yang akan didapat sangat luar biasa. Yaitu, dapat memperberat timbangan amal kebaikan seorang hamba di yaumil mizan (hari ditimbangnya amal manusia).
Sungguh beruntung orang-orang yang berat timbangan amal kebaikannya di hari kiamat. Karena dia akan selamat dari neraka dan dimasukkan dalam surga yang penuh dengan kenikmatan.
Allah ﷻ telah mengkhabarkan bahwa, “Orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya.” (QS. Al-Qari’ah: 6- 8)
Jama’ah shalat tarawih yang dirahmati Allah ﷻ.
Semoga hidayah taufiq Allah ﷻ senantiasa menyertai kita, hingga kita mampu mengamalkan ilmu pengetahun yang telah kita miliki. Termasuk mengamalkan zikir yang ringan ini, tapi berat timbannya di hari kiamat.